Hari ini di glministry.com
Update : 9 September 2010
Do and Don’t: Tokyo and Delhi II
Delhi
Do: Berbelanjalah! Ya, India adalah surga perhiasan dan busana wanita dia dunia. Di sini, Anda bisa menemukan aneka busana dengan warna-warni yang mencolok dan nyaman dikenakan. Kami mereferensikan pusat belanja Santushti Shopping Complex, di mana Anda dapat menemukan pelbagai busana siap pakai yang memesona.
Do: Kunjungilah Taman Lodhi. Di sana, Anda dapat menemukan berbagai bangunan bersejarah yang berasal dari abad ke-15, termasuk makam Mohammad Shah.
Do: Jika Anda gemar menikmati makanan tradisional India, maka Old Delhi adalah tempat yang sesuai bagi Anda. Betapa tidak! Di sana, Anda bisa menemukan restoran Kanwariji atau Raja Manisan yang telah berdiri sejak tahun 1830. Memang, India terkenal akan makanan penutup yang rasanya sangat manis—bahkan kelewatan.
Do: Cobalah berpetualang dengan rickshaw, moda transportasi tradisional India. Rasanya petualangan Anda di tanah India belum lengkap jika Anda belum menikmati kendaraan yang satu ini.
Don’t: Menyewa mobil. Seperti halnya Kota Jakarta, petunjuk jalan di Kota Delhi kerap membingungkan dan seakan-akan tanpa akhir! Belum lagi kemacetan yang luar biasa, meski bukan di jam-jam yang sibuk. Dengan kata lain: jangan coba-coba membawa kendaraan sendiri! Ya, lebih baik Anda menggunakan taksi atau menyewa supir yang sudah ahli—khususnya mengenai Kota Delhi.
Don’t: Lupa membawa kamera. Apa jadinya perjalanan Anda tanpa benda yang satu ini? Di mana lagi Anda bisa menemukan perpaduan warna-warni dan pemandangan yang memukau selain di kota ini?
Don’t: Menyepelekan hambatan bahasa. Anda mungkin mengira bahwa semua orang India fasih berbahasa Inggris. Itu memang benar. Tapi dengan aksen ala India, dijamin sulit bagi Anda untuk memahami apa yang mereka ucapkan. Oleh sebab itu, selain membawa kamus, cobalah untuk mempelajari beberapa bahasa Hindi yang sederhana.
Don’t: Lalai membawa payung. Seperti halnya negara-negara di Asia Selatan, cuaca di India sangat menyengat—terurama selama bulan Juni-September. Jika Anda tetap bersikeras menyambangi India di bulan-bulan tersebut, bersiaplah akan musim kemarau dan banjir yang datang sewaktu-waktu!
Don’t: Melewatkan tayangan film Bollywood di pelbagai bioskop megaplex. Film-film Bollywood umumnya berdurasi tiga jam, tapi diselingi dengan jeda—sehingga Anda dapat melepas hajat atau sekadar merenggangkan kaki. Selain itu, film-film itu tidak dilengkapi dengan subtitle. Meski demikian, Anda masih bisa menikmati lantaran alur ceritanya mudah dipahami dan biasanya banyak menampilkan adegan spektakuler seperti tarian dan nyanyian. Enjoy it!




