Hari ini di glministry.com
Update : 9 September 2010
Bekerja Baik Untuk Kesehatan Kaum Pensiun
Apakah Anda sebentar lagi akan memasuki masa pensiun dan tak sabar ingin segera menghabiskan waktu dengan bersantai dan bersenang-senang sepanjang hari? Jika ya, ini berarti Anda menaikkan risiko terkena penyakit serangan jantung, kanker, dan penyakit-penyakit mematikan lainnya—demikian hasil penelitian terbaru dari University of Maryland, Amerika Serikat.
Jadi, ini nasihat kami bagi calon pensiunan mau pun yang sudah pensiun: carilah pekerjaan paruh waktu—yang tentu tidak menyita tenaga dan pikiran Anda yang semakin menua—yang berhubungan dengan karir Anda saat ini karir Anda sebelumnya; libatkan diri Anda pada kegiatan-kegiatan sosial atau keagamaan.
Sebab, menurut penelitian, kaum manula yang masih melakukan pekerjaan paruh waktu sesuai dengan keahlian mereka, jauh lebih sehat secara mental dibandingan dengan mereka yang tak melakukan kegiatan apa pun.
Bahkan, menurut para peneliti, kaum pekerja yang pada saat memasuki pensiun tidak melakukan kegiatan apa pun, dapat mengalami kematian dengan cepat.
Itulah mengapa, Dr. Mo Wang—ketua tim peneliti—mendorong para pengusaha untuk lebih bijaksana dalam menyikapi para karyawan mereka yang hendak pensiun, dengan melibatkan mereka ke dalam jenis usaha yang masih dapat dilakukan meski mereka sudah tak lagi berstatus sebagai karyawan.
“Di masa resesi ekonomi global seperti ini, kita mungkin akan melihat lebih banyak orang-orang yang dipensiunkan secara dini,” keluh Wang.
Wang dan timnya telah meneliti lebih dari 12.000 responden yang berusia 51 hingga 61 tahun. Sejak tahun 1992, setiap dua tahun sekali para peneliti mewawancarai para responden mengenai kondisi kesehatan, keuangan, sejarah pekerjaan dan apa yang mereka lakukan di masa pensiun—rata-rata responden memasuki usia pensiun di usia 58 tahun.
Hasilnya, para responden yang terus bekerja meski sudah pensiun hanya sedikit menderita pelbagai penyakit mematikan dan masalah mental, dibandingkan dengan mereka yang memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa.
Mereka juga menemukan bahwa kaum pensiun yang menggeluti pekerjaan yang sama dengan sebelum mereka pensiun, lebih memiliki mental yang sehat dibandingkan dengan mereka yang bekerja di luar keterampilan mereka sebelumnya.
Ini karena, menurut Wang, kaum pensiun yang memilih pekerjaan yang tidak berkaitan dengan karir mereka sebelumnya, rentan terhadap stres lantaran harus beradaptasi lagi.
“Kaum pensiun yang tetap bekerja bisa tetap sehat karena mereka tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial, sehingga mengurangi risiko stres dan depresi,” pungkas Wang.




