Hari ini di glministry.com
Update : 9 September 2010
Terlalu Banyak PR, Anak-Anak Kurang Bermain
Terlalu banyak pekerjaan rumah dan menyaksikan televisi, menghentikan anak-anak untuk menjadi diri mereka sendiri, demikian hasil jajak pendapat orang tua terkini , sebagaimana diberitakan Daily Maily.
Ya, para orang tua meyakini bahwa kehidupan anak-anak jaman sekarang terlalu terencana, penuh dengan tekanan, dan hanya memiliki sedikit waktu untuk bermain.
Pekerjaan rumah, pelajaran tambahan, kegiatan ekstra-kurikuler, dan tayangan televisi, berdasarkan jajak pendapat yang diikuti 2.000 responden itu, telah membuat anak-anak tidak bisa menikmati waktu senggang mereka.
Lebih dari setengah (51 persen) responden, mengatakan bahwa tekanan anak-anak jaman sekarang jauh lebih berat dibanding sebelumnya; sementara satu dari 10 responden (11 persen) lainnya meyakini bahwa kehidupan anak-anak sekarang terlalu terencana.
Dan satu dari lima responden (20 persen) berkata bahwa mereka tidak percaya bahwa anak-anak mereka memiliki cukup waktu untuk menjadi anak-anak.
Dua pertiga responden (66 persen) mengatakan bahwa pekerjaan rumah, pelajaran tambahan, dan kegiatan ekstra kurikuler membuat anak-anak kekurangan waktu untuk bermain; sementara hampir 3 dari 10 responden (37 persen) menyalahkan televisi sebagai pemicunya.
Hampir satu dari empat responden (23 persen) beranggapan bahwa jarak dari rumah ke sekolah, dan kegiatan di luar sekolah, telah menyita waktu anak-anak untuk bermain.
Jajak pendapat yang digelar oleh The British Toy and Hobby Association (BTHA) and Play England, menunjukkan bahwa orang tua menganggap bahwa rata-rata anak-anak menghabiskan waktu untuk bermain hanya 69,7 menit— di mana para responden mengharapkan anak-anak mereka mendapatkan waktu ekstra untuk bermain setidaknya sebanyak 72,67 menit.
Menurut Dr. Amanda Gummer, seorang psikolog, bermain dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan; melatih kebugaran tubuh; meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri. “Melalui bermain yang penuh kegembiraan, anak-anak dapat belajar mengenai dunia di seputar mereka.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak jaman sekarang tidak memiliki cukup waktu untuk bermain, dan orang tua mereka menginginkan peribahan dalam hal ini!” tegas Gummer.
One Response to “Terlalu Banyak PR, Anak-Anak Kurang Bermain”
ARTIKEL LAINNYA
- glministry new feature
- Indonesia, Negara Keempat Pengakses Situs Porno
- Kapolri: Sudah Cukup Bukti Untuk Jadikan Ariel Tersangka
- Tersangka, Ariel Serahkan Diri ke Mabes Polri
- Pro Kontra Bola Jabulani
- Sumpah Pernikahan, Sampai Maut Memisahkan
- Sebanyak 97 Persen Siswa SMP Pernah Menyaksikan Video Asusila
- Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli
- Pengguna Jasa PSK Sulit Terjangkau Program HIV/AIDS
- Pesta Piala Dunia Segera Dimulai!





Tidak ada lagi yang namanya main Kelereng, Petak Umpet, Galasin, Gambaran, Biji Karet, dll yang dulu pernah saya mainkan.