Apakah neraka itu ada ?
Ada tiga istilah penting yang digambarkan Alkitab dalam neraka: Sheol, isitilah ini dimengerti sebagai tempat yang dalam, yang gelap gulita, dan sebagai tempat untuk orang mati. Dalam literatur Yahudi, Sheol adalah tempat yang dikhususkan untuk orang-orang jahat. Istilah lainnya yakni Hades, ini dimengerti sebagai tempat yang sangat dalam, dunia orang mati, dan tempat bagi orang yang tidak benar, seperti halnya kisah orang kaya yang diceritakan Yesus. Kemudian, Gehenna, yang mengacu pada lembah Hinnom di luar Yerusalem. Di lembah itu, anak-anak dikorbankan untuk dipersembahkan kepada Dewa Molokh.
Kini, konsep neraka hampir-hampir dilupakan oleh banyak orang, termasuk ahli teologia. Ini dinyatakan oleh teologiawan, Prof. Donald Bloesch, “Jika ada yang hilang dari pemikiran moderen saat ini, itu adalah hilangnya kepercayaan terhadap surga dan neraka,”. Bloesch berpendapat seperti itu karena melihat ada banyak orang (Kristen) yang beranggapan bahwa neraka bukan tempat, tapi suasana atau kondisi pikiran yang membuat orang “seakan-akan” merasa kepanasan.
Lalu, apa kata Alkitab mengenai neraka? Alkitab, baik Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), menegaskan adanya neraka. Yakni, neraka bukan sekadar kondisi pikiran atau keadaan susah, tapi suatu tempat tertentu yang digambarkan Alkitab sebagai tempat yang sangat mengerikan. Ini berarti, kematian bukanlah akhir dari eksistensi kehidupan manusia. Sesudah mati, maka ‘hidup’ manusia akan dilanjutkan ke tempat lain.
Ada banyak orang Kristen---baik di dalam negeri mau pun di luar negeri---yang mengaku pernah melihat neraka. Dan benang merah dari pelbagai kesaksian itu, yakni neraka digambarkan sebagai tempat yang sangat mengerikan, “Suasana mencekam mulai ketika kami tiba di dasar terowongan. Jeritan tangis yang memilukan dan berbagai macam erangan kesakitan terdengar. Saya merasakan suasana ketakutan kematian dan dosa di sekeliling kami. Bau yang tercium yang paling memuakkan adalah bau daging yang meleleh, dan bau ini muncul dari segala arah. Belum pernah di dalam hidupku aku merasakan kengerian dan mendengar jerit tangis yang memilukan penuh keputusasaan seperti ini. Segera akan saya ketahui bahwa semua jeritan itu berasal dari orang-orang yang tinggal di neraka,” demikian tukilan Mary Kathryn Baxter dari bukunya yang berjudul A Divine Revelation of Hell.
Kisah Baxter yang dibawa ke neraka oleh Tuhan, terjadi pada tahun 1967. Dan sejak itu, ada banyak kesaksian serupa tapi tak sama, mengenai perjalanan ke neraka. Seperti yang sudah disinggung tadi, kesaksian-kesaksian yang muncul sesudah kesaksian Baxter, juga mengungkapkan betapa neraka adalah tempat yang menyeramkan.
Simak kutipan dari kesaksian Philip Mantofa, seorang pendeta dari gereja besar di Tanah Air, “Aku melihat suatu lorong yang diliputi oleh kegelapan. Saat itu aku berdiri di pinggir pintu gerbang, aku tidak tahu seberapa luas dan panjang lorong tersebut tetapi aku dapat melihat asap
samar-samar pada ujungnya dan aku merasa itu adalah lautan api yang dahsyat. Di sepanjang lorong yang gelap itu aku melihat banyak orang disiksa oleh orang-orang berpakaian hitam-hitam serta bertanduk dan aku melihat mereka sangat bernafsu untuk menyiksa setiap orang yang ada di sana sebelum mereka semua dimasukkan dalam lautan api pada ujung lorong tersebut.”
Kesaksian Philip sendiri memancing kontroversial, sebabnya---dalam kesaksiannya Philip mengatakan bahwa ada penyiksaan yang dilakukan setan terhadap manusia---tidak pernah disebutkan dalam Alkitab bahwa neraka adalah tempat iblis menyiksa manusia. Yang benar, neraka adalah tempat penyiksaan bagi iblis dan pengikutnya.
Apa pun isi perdebatan itu, neraka memang ada, seperti apa yang dikatakan Alkitab.
ARTIKEL LAINNYA
- Apa Kata Zodiak
- Penerbangan ekstra dari Garuda Indonesia
Kabar baik bagi Anda yang gemar berpelesir. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang
- Kelahiran Yesus Kristus
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009

