Dunia orang mati Bag I
Ajaran Dunia Orang Mati (DOM) dipopulerkan oleh seorang hamba Tuhan berinisial (AS) asal Bandung, Jawa Barat. Ajaran ini mempercayai bahwa arwah/roh mati dapat dihubungi, arwah/roh orang mati mati masuk (merasuki) diri manusia, dan kita dapat menginjili roh orang mati.
Ajaran DOM sempat fenomenal karena dipopulerkan melalui KKR, seminar, dan buku-buku seputar DOM, juga kebaktian-kebaktian yang mengusung tema kesembuhan ilahi, pelepasan, dan inner healing.
Spiritisme, atau paham yang mempercayai bahwa manusia dapat melakukan hubungan dengan roh-roh orang mati, baik secara langsung mau pun melalui pertolongan medium (jailangkung, ouiya board, mimpi, dan lain-lain), dipercayai menjadi dasar dari ajaran DOM. Dalam kitab Perjanjian Lama, ihwal spiritisme sudah disinggung dalam kitab Keluaran.
Teologiawan Yohanes Verkuyl, membagi spritisme menjadi dua bagian: Spiritisme Primitif dan Neo Spiritisme. Dalam hubungannya dengan ajaran DOM, di mana praktek spiritalisme menjadi sentra dari ajaran ini, maka ada bentuk lain dari spiritisme, Spiritisme Berjubah Kristen.
Spiritisme primitif umum dipraktekkan dalam agama-agama suku. Ini karena, manusia-manusia primitif seringkali mengandalkan nasihat orang tua dan roh nenek moyang, melalui upacara penyembahan pohon, gunung, tempat yang dianggap suci, dan pertolongan dukun. Ada juga yang berhubungan dengan orang mati melalui pemberian sesajen di kuburan, di rumah-rumah tertentu, di hari-hari tertentu (umumnya hari jumat kliwon tengah malam).
Perkembangan spiritisme primitif sejalan dengan kepercayaan animisme, yang mempercayai bahwa bila seseorang meninggal dunia, maka rohnya akan mengembara dan masih bisa berhubungan dengan manusia. Hubungan itu sendiri ditujukan untuk memberi kesaktian, pertolongan atau nasehat kepada manusia yang masih hidup. Sebaliknya, roh itu juga melakukan pembalasan dendam dan perbuatan jahat lainnya kepada manusia hidup.
Hampir semua bangsa di dunia telah dipengaruhi oleh ajaran spiritisme primitif. Bangsa China misalnya, adalah satu bangsa di mana kebudayaannya sangat menjunjung tinggi penghormatan terhadap roh nenek moyang. Di Indonesia, praktek spiritisme primitif, jamak dijumpai di semua agama suku. Pengaruhnya terhadap juga sangat kuat karena bercampur dengan adat-istiadat dan budaya.
Dalam perkembangannya, spiritisme primitif telah berkembang menjadi neo spiritisme, yang dipopulerkan oleh John Fox, asal Amerika Serikat. Bermula saat kedua putri Fox, Margaret (9) dan Kate (12), di tahun 1947, mengaku mendengar ketukan-ketukan di rumah mereka, yang mereka anggap berasal dari roh orang mati. Dari ketukan itu, kedua gadis belia itu mendapat informasi bahwa pelaku adalah roh orang yang mati terbunuh, dan jasadnya dikuburkan di bawah rumah.
'Roh' itu mengaku, bahwa ia datang untuk 'membuka’ era baru di mana hubungan antara arwah orang mati dan manusia hidup akan dipulihkan. Setelah diadakan penggalian, mereka mengaku menemukan kerangka manusia. Kabar ini lalu dipublikasikan secara besar-besaran, dan mengawali  kebangkitan praktek spiritisme di Amerika, Eropa, dan belahan dunia lainnya.
Di mana-mana dibentuk organisasi-organisasi spiritisme guna menyelidiki dan mempraktekkan spiritisme. Salah satunya adalah organisasi 'Spiritualist Churches' dan 'Internationale Spiritist' yang dibentuk di Paris, dan mendapat sambutan dimana-man
ARTIKEL LAINNYA
- Apa Kata Zodiak
- Penerbangan ekstra dari Garuda Indonesia
Kabar baik bagi Anda yang gemar berpelesir. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang
- Kelahiran Yesus Kristus
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009

