Pdt. Gilbert Lumoindong :
Makna hajaran Tuhan

Allah mempunyai misi untuk hidup kita. Ia mau menerima kita apa adanya, tetapi Allah bukan Allah yang mau kita apa adanya. Allah mau menerima sekalipun kita orang yang berperangai kasar, pernah berzinah, banci, homosex, lesbian, pengguna narkoba, tidak ada seorang pun yang ditolak Tuhan bila kita mau datangNya. Mengapa? Karena Alkitab berkata “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu,” maksudnya, bagi kita yang mempunyai masalah dalam hidup ini, marilah datang kepada Tuhan dan Ia akan memberikan kita kelegaan. Tuhan tidak kehilangan cara untuk membawa kita dekat padaNya. Cara didikan Tuhan yang kita alami dapat berupa:
- Kita diberkati Tuhan, agar kita sadar bahwa kita hiudp untuk Tuhan, dan Ia satu-satunya penolong kita. Misalnya, Tuhan menyediakan pertolongan agar kita dapat melunasi hutang-hutang usaha.
- Kita ditegur melalui firman-Nya, bila kita belum sadar juga, maka Tuhan membuat “polisi tidur” supaya kita benar-benar tersadar.
Tuhan tidak akan pernah menyerah atau berhenti mendidik kita, sampai misiNya selesai dalam kehidupan kita.
Mendengar kata hajar, sebagian kita biasanya memiliki konotasi yang negatif. Ini karena kita mendapat konsep hajar dari sikap manusia. Kalau manusia sampai menghajar itu biasanya, diakibatkan kesabaran yang sudah habis, amarah yang meledak-ledak disertai kebencian, dan mengharapkan hal-hal yang negatif dari orang yang dihajarnya,
Berbeda dengan Tuhan yang menghajar umatNya karena ia mengharap kita maju, seperti yang tertulis dalam Ibrani 12: 5-6, “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan jangan putus asa apabila engkau diperingatkanNya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan Ia mencambuk orang yang diakuiNya sebagai anak.”
Allah menghajar dengan kasih dan Ia menghajar dengan tujuan, “”Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan, dan yang Kauajari dari TauraMu,” (Mazmur 94: 12). Karena Allah menerima kita apa adanya, tetapi Ia tidak membiarkan kita apa adanya, Allah mau mengeluarkan yang terbaik dari kehidupan kita. Kini, apa tujuan Tuhan saat menghajar kita?
Ia menghajar supaya kita berubah (Yesaya 51: 1-3), untuk memberi pendidikan (1 Korintus 11: 32), untuk pemurnian (Daniel 11: 35), dan pemulihan (Kisah Para Rasul 3: 19, Mazmur 126: 1-6). Oleh sebab itu, Allah bukan sekadar memiliki misi, tetapi Ia juga sabar dalam menghadapi umatNya yang kerap kali tidak menuruti perintahNya. Allah akan menegur dan menghajar umatNya sampai misiNya tergenapi. Haleluya. Amin.
ARTIKEL LAINNYA

