Kartu Kredit:
Agar Tak Terjerat Utang

Ini adalah kisah nyata mengenai seorang pengguna kartu kredit yang terlibat utang, “Saya adalah salah satu manusia yang punya banyak kartu kredit. Percaya atau tidak, ada 10 buah kartu kredit di dompet saya. Berapa tagihan saya sekarang? Hampir sekitar 73 juta rupiah, sudah termasuk bunga. Dan dari bulan ke bulan, jumlahnya semakin besar. Sudah banyak debt collector yang menyambangi kantor saya,” demikian penuturannya.
Ya, di Tanah Air, memiliki kartu kredit lebih dari satu sudah biasa. Meski Bank Indonesia sudah menetapkan bahwa setiap nasabah hanya boleh memiliki maksimal dua kartu kredit, kenyataannya masih banyak nasabah lebih dari dua kartu.
Memang, sebagai wanita moderen Anda pasti mengetahui betapa hedonisnya dunia yang kita tempati saat ini. Kartu kredit, tidak hanya berfungsi sebagai pembayaran dengan sistem utang atau mencicil, tapi juga sebagai simbol gaya hidup jaman sekarang.
Dengan kartu kredit, Anda tidak perlu repot membawa sejumlah uang tunai saat ingin berbelanja. Atau, jika Anda belum memilki dana yang cukup, dan sudah ngebet ingin memiliki sepatu keluaran Prada terbaru, cukup menggesek kartu Anda, voilla, sepatu genggaman pun sudah di tangan.
Namun, Anda tentu tidak bisa terus-menerus menggunakan kartu kredit, tanpa menyisihkan penghasilan Anda untuk membayar minimal 10% dari penggunaan kartu itu. Tapi, jika Anda hanya berpatokan pada pembayaran minimum, ini berarti Anda akan terjebak dalam jeratan utang. Dan, jika utang tak kunjung dilunasi, Anda akan masuk ke dalam perangkap bunga ber bunga, di mana bunga utang yang belum Anda lunasi akan dikenakan bunga dan seterusnya. Akibanya, hutang Anda membengkak!
Jadi, bagaimana agar Anda bisa menggunakan kartu kredit tanpa terjerat utang? Tiap kali Anda berbelanja dengan kartu kredit, pastikan bahwa Anda langsung melunasi utang belanja kartu tersebut. Kalau pun terpaksa harus menyicil, bayarlah lebih dari angka minimum yang ditetapkan.
Usahakan melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, untuk menghindari bunga. Dengan demikian, jangan gunakan kartu kredit untuk berutang, tetapi sebagai pengganti alat pembayaran tunai. Lagipula, bila Anda membayar sesudah melewati tenggat waktu, Anda akan dikenakan biaya denda yang cukup tinggi.
Jika Anda hendak bepergian, lebih baik tinggalkan kartu kredit di rumah. Kecuali jika Anda memang sudah merencanakan untuk menggunakan kartu kredit, karena resiko membawa uang tunai dalam jumlah besar. Jangan terlalu sering menggunakan fitur cash advance dari kartu kredit Anda. Sebabnya, bunga dari fitur ini lumayan tinggi untuk sekali pengambilan, bahkan lebih tinggi dari bunga bulanan angsuran kredit Anda. Manfaatkan fitur cash advance hanya pada keadaan darurat.
Jika sudah terlanjur memiliki utang, suka tidak suka Anda harus mengubah gaya hidup Anda dengan mengurangi kongkow-kongkow atau pelesiran, dan berbelanja barang-barang yang bukan kebutuhan. Tak ada salahnya bernegosiasi dengan pihak bank apabila Anda kewalahan mencicil pembayaran yakni untuk meminta keringanan. Anda juga bisa memanfaatkan aset Anda, yakni dengan menjualnya dan menggunakannya untuk melunasi utang Anda.
Terakhir, ada baiknya apabila Anda hanya menggunakan satu kartu kredit. Atau kalau memungkinkan, lebih baik tidak sama sekali.

