How To Make a Business Plan
Wanita, ada saatnya Anda meninggalkan zona kenyamanan sebagai pekerja, dan memasuki fase baru dalam kehidupan, menjadi seorang pengusaha. Business plan atau perencanaan bisnis, adalah ‘alat’ yang diperlukan untuk membantu Anda bagaimana menjalankan bisnis atau perusahaan. Jika dianalogikan, ini sama seperti peta perjalanan yang menunjukkan cara mencapai tujuan Anda.
Pebisnis Guy Kawasaki, memberi ilustrasi yang menarik ihwal perencanaan bisnis ini, “Menurut mitos bangsa Celt, ada sebuah bejana ajaib yang dapat ‘memuaskan selera dan kebutuhan setiap otang yang makan dan minum darinya’. Di jaman moderen, bejana ajaib ini dapat disejajarkan dengan business plan, yang dapat memuaskan Anda sebagai penggagas rencana bisnis dan klien Anda, serta mitra kerja yang akan Anda libatkan nanti.
Ya, meski Anda memiliki tekad setebal baja dan modal yang tiada tara, tanpa business plan Anda tidak akan memiliki bayangan mengenai bisnis seperti apa yang sedang Anda bangun. Ini juga termasuk bagaimana Anda mempromosikan dan memasarkan produk Anda. Juga bagaimana mendapatkan investor apabila usaha ini makin berkembang. Sebabnya, tidak ada investor manapun yang bakal mengucurkan dana ke dalam sebuah usaha yang tidak terukur dan memiliki konsep. Dan, bagaimana mengantisipasi kerugian yang kelak timbul dalam perjalanan usaha Anda. Kecuali, jika mimpi Anda hanya terbatas pada industri ‘rumahan’.
Untuk membuat perencanaan bisnis yang baik, Anda harus mencantumkan executive summary yang berisi penjelasan mengapa Anda tertarik di bisnis ini, apa keunikan dan nilai jual dari bisnis tersebut, termasuk visi dan misi, budaya kerja seperti apa yang akan diterapkan, dan jenis produk atau jasa apa yang akan ditawarkan.
Selain penjelasan di balik alasan mengapa Anda menekuni bisnis ini, Anda wajib menjelaskan bentuk teknis dari bisnis yang akan Anda kerjakan, penjelasan bagaimana mendapatkan keuntungan dari usaha ini, dan bagaimana cara berhubungan dengan pihak-pihak lain seperti perbankan dan penyuplai.
Penting untuk mencantumkan situasi dan latar belakang perusahaan, termasuk sejarah berdirinya perusahaan dan keadaan keuangan. Siapkan khusus lembar proyeksi, di mana Anda dapat menjelaskan berapa nilai nominal proyeksi keuntungan yang Anda targetkan, juga proyeksi market saat ini dan mendatang. Jangan lupa analisa pesaing atau kompetitor Anda di dalam bisnis ini, bagaimana kondisi persaingannya dan analisa SWOT.
Anda sudah melewati prinsip dasar dari membuat perencanaan bisnis, kini saat Anda beralih ke prinsip lainnya, yakni perencanaan yang berisi strategi pemasaran, harga, promosi dan sistem operasional. Penting untuk membuat rencana pengembangan SDM dan rencana keuangan---termasuk investment cost dan operational cost analisa break even point, proyeski cash flow dan neraca.
Unsur SMART (spesifik, measurable, achievable, result dan time frame) harus Anda sertakan dalam business plan tersebut. Ini untuk menjaga impian Anda tetap down to earth alias membumi, dengan kata lain konsep rencana bisnis yang Anda kerjakan realistis, benar-benar bisa dijalankan, bukan sekadar konsep proposal.

