No More Cash
Anda gemar membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian? Mungkin Anda perlu mengubah kebiasaan Anda lantaran kemajuan teknologi perbankan memampukan Anda menggunakan kartu debit atau kartu kredit, alih-alih uang tunai.
Ya, ada beberapa risiko jika Anda bersikeras menggunakan uang tunai, yakni bahaya kehilangan dan tindak kejahatan. Memang, bukan hanya uang yang bisa hilang, kartu kredit atau kartu debit pun dapat hilang. Tapi, jika uang plastik Anda yang hilang, Anda bisa menghubungi pihak bank untuk memblokir kartu Anda. Dengan demikian, uang Anda tetap utuh bukan? Tapi, tidak demikian jika yang hilang adalah uang dalam arti sebenarnya.
Membawa uang tunai dalam jumlah banyak, juga membuat Anda menjadi sasaran empuk para begundal. Anda tentu sering mendengar tindak kejahatan di mana seseorang yang baru saja mengambil uang dalam jumlah besar, nyaris kehilangan nyawanya karena berjibaku dengan penjahat yang menginginkan uangnya tersebut.
Bahaya lainnya, uang tunai dapat membuat Anda ‘lapar mata’, apalagi jika Anda bepergian ke pusat-pusat belanja. Memang, Anda masih dapat menggunakan kartu debit atau kartu kredit untuk berbelanja. Tapi, kartu-kartu itu tentu tidak bisa Anda gunakan di semua tempat. Dengan demikian, ada kemungkinan Anda lebih bisa mengerem keinginan belanja jika Anda tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
Jika Anda bekerja, maka cara untuk mengurangi kebiasaan membawa uang tunai adalah dengan meminta pihak kantor untuk memberikan gaji Anda melalui rekening di bank. Tapi jika itu tidak memungkinkan, segera setelah Anda menerima gaji, setorkan uang tersebut ke rekening Anda. Dan berbelanjalah dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debet.
Untuk pengguna kartu kredit, jangan sampai pengularan Anda jauh lebih besar dari gaji atau uang yang tersimpan di rekening, supaya Anda tidak terlilit utang. Berbelanka dengan kartu debet atau kartu kredit bukan hanya lebih aman dan nyaman, tapi juga memungkinkan Anda untuk membuat catatan keuangan keluarga dengan lebih teliti. Ini karena, setiap kita berbelanja dengan kartu debet atau kartu kredit, maka kita akan mendapatkan bukti pengeluaran berupa slip sehingga kita bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran kita.
Tidak bisa dipungkiri, kita belum bisa meninggalkan uang tunai sebagai alat pembayaran. Untuk itu, Anda bisa memperkirakan berapa rata-rata kebutuhan Anda akan uang tunai setiap harinya. Misal untuk ongkos transpor, uang bensin, makan siang, parkir, dan sebagainya. Setelah Anda mendapatkan perkiraan tentang berapa jumlah uang tunai yang akan Anda butuhkan, coba sisihkan uang sejumlah itu dalam dompet Anda. Dengan demikian, Anda bisa menekan risiko kehilangan uang tunai dalam jumlah besar atau bahaya-bahaya lainnya!

