Untung Versus Rugi Kartu Kredit
Dinda, sekretaris eksekutif di sebuah instasi swasta, hendak menghabiskan masa berlibur dengan melancong ke negeri tetangga. Ia bermaksud menggunakan layanan jasa penerbangan yang menggunakan sistem electronic ticket. Dengan cekatan, jari-jemari Dinda menuliskan URL sebuah layanan maskapai penerbangan yang sudah ia gunakan selama bertahun-tahun. Tak lama kemudian Dinda mengeluarkan kartu kreditnya, dan memasukkan sejumlah data ke dalam situ itu.
Jasa maskapai penerbangan yang digunakan Dinda memang menuntut pembayaran dengan menggunakan sistem kartu kredit. Juga saat Dinda memesan voucher hotel dari sebuah travel, Dinda harus menyebutkan data yang tertera pada kartu kreditnya.
Sementara, saat sedang hang out dengan teman-temannya, Dinda sering mentraktir mereka makan dengan menggunakan kartu kredit miliknya di salah satu restoran ternama. Ini karena, kartu kredit yang dimiliki Dinda menawarkan pelbagai diskon di sejumlah restoran, café, butik dan merchant-merchant lainnya. Ada juga program buy one get one free, misalnya saat Dinda membeli tiket bisokop dengan kartu kredit, Dinda berhak satu tiket lagi tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra.
Pogram yang tak kalah menariknya, cash back, yaitu pengembalian sejumlah uang yang telah dibelanjakan. Ada juga penawaran rewards point, di mana poin yang diperoleh Dinda melalui sejumlah transaksi dengan kartu kredit, dapat ditukar dengan hadiah-hadiah menarik.
Fasilitas semacam ini memang menjadi daya tarik penggunaan kartu kredit. Manfaat lain dari kartu kredit yakni kepraktisan dan kemananan karena tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Tetapi, kerugian dari penggunaan uang plastik ini juga tidak main-main. Apalagi kalau nasabah karena pelbagai hal tidak kunjung melunasi pembayaran kartu kredit hingga berbulan-bulan, nasabah seperti itu otomatif akan masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia (BI), dan tidak bisa lagi mengajukan permohonan kredit lainnya.
Sejatinya manfaat dari kartu kredit adalah pengganti uang tunai di saat-saat darurat. Misal, Anda tertimpa kecelakaan saat mengendarai mobil. Anda harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit yang membutuhkan jaminan deposito dalam jumlah yang besar, dan uang tunai yang Anda bawa tidak mencukupi, maka kartu kredit adalah solusinya.
Anda akan beruntung menggunakan kartu kredit apabila pembayaran dengan menggunakan kartu tersebut jauh lebih murah ketimbang menggunakan uang tunai, karena pelbagai fasilitas diskon dan lain-lain. Jika Anda seorang traveler sejati, Anda juga akan diuntungkan dengan menggunakan kartu kredit. Ini karena, uang plastik ini bisa dimanfaatkan hampir di seluruh belahan dunia. Tambahan lagi di negara tujuan Anda tidak perlu repot menukar uang, karena bisa menggunakan fitur cash advance di ATM.
Tapi, Anda akan rugi menggunakan kartu kredit apabila Anda menggunakannya untuk membeli barang yang harganya sebetulnya jauh melampaui pendapatan Anda. Ini karena, pada saat tanggal penagihan, Anda tidak akan langsung melunasi melainkan mencicilnya. Dan akibatnya, utang Anda tak kunjung lunas, hidup Anda pun tak tenteram karena kerap diteror oleh debt collector yang menuntut pelunasan utang Anda. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda belajar dari ayat berikut: “cukupkanlah dirimu dengan gajimu” (Lukas 3:14).

