Kiat Menjaga Kemesraan Bagian II
Tak dipungkiri, usia pernikahan yang semakin panjang, tidak menjamin masalah yang dihadapi pasangan kian mudah. Bahkan, bukan tak mungkin semakin kompleks dengan hadirnya anak-anak di dalam keluarga.
Tidak gampang menyerah setiap kali menghadapi masalah, adalah salah satu kunci agar kehidupan rumah tangga berjalan harmonis dan tetap mesra.
Memang, lebih mudah untuk menyerah ketimbang bersikukuh. Tapi, jika Anda dan suami sepakat untuk tidak menyerah setiap kali masalah datang tentu dengan bersandar pada pertolongan Tuhan niscaya Anda berdua bukan sekadar menyelesaikan masalah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari masalah itu: kian dewasa, tegar, dan mesra.
Keuangan, seringkali juga menjadi momok dalam keluarga, lantaran tak sedikit suami atau isteri yang menganggap bahwa uang atau harta adalah milik pribadi bukan milik bersama apalagi jika keduanya sama-sama bekerja. Oleh sebab itu, Anda dan suami harus berkomitmen untuk tidak berlaku ‘curang’ dalam mengelola keuangan rumah tangga, apalagi menutup-nutupi berapa banyak uang yang dihasilkan.
Memahami atau berempati terhadap suami, juga kunci utama untuk menjaga kemesraan hubungan suami-isteri. Ya, kualitas hubungan akan selalu terbarui dengan pemahaman dan empati yang tulus. Dengan demikian, Anda akan senantiasa menghargai pribadi pasangan dan tidak terjebak untuk melecehkannya. Anda juga akan selalu menjaga perasaan pasangan agar tidak terluka---yang semua itu dapat Anda lakukan dengan empati.
Terakhir, berusahalah menjadi sahabat terbaik bagi suami. Sebab, hanya sahabat terbaiklah yang mampu merasakan setiap suasana hati kita. Untuk itu, jika Anda mampu menjadi sahabat terbaik pasangan, segala suasana hati pasangan akan Anda pahami seutuhnya.
Dan, dengan menjadi sahabat, Anda tidak akan meninggalkan pasangan di saat ia mengalami kedukaan. Begitu pula ketika pasangan berbahagia, Anda pun turut merasakannya. Itulah mengapa ada pameo, bahwa pasangan kita adalah sahabat terbaik kita. Artinya, tidak akan ada hari yang terlewatkan tanpa cinta kasih dan kemesraan yang tulus, karena Anda adalah sahabat terbaik pasangan.
Namun, di atas semua itu, ingatlah untuk mendasari hubungan Anda dan suami pada kasih Kristus. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:22-25)

