Menguak Jejak Jeans
Wanita, Anda mungkin termasuk perempuan yang gemar mengkoleksi jeans atau mengenakan busana berbahan denim itu kapan saja Anda mau. Tapi, tahukah Anda bahwa busana favorit Anda itu ternyata memiliki sejarah yang menarik, seperti halnya jeans yang Anda kenakan?
Sejatinya jeans adalah celana panjang berbahan denim yang dibuat di Genoa, Italia, pada tahun 1560-an, untuk keperluan angkatan laut, yang dapat digunakan dalam keadaan basah ataupun kering. Maklum, para navy boys itu harus bersingunggan dengan air laut yang tak ayal membasahi sekujur tubuh mereka saat sedang bekerja.
Nama jeans sendiri berasal dari bahasa Perancis, bleu de Genes atau celana biru dari Genoa. Jeans mulai merambah Amerika Serikat pada abad 18, di mana saat itu jeans jamak kaum buruh karena bahannya yang tidak mudah sobek. Satu abad kemudian, berkat tangan dingin Levi Strauss, seorang pengusaha sukses, jeans yang semula identik dengan pakaian pekerja kasar, naik tingkat menjadi busana yang dikenakan masyarakat pelbagai golongan.
Syahdan, Levis berkolaborasi dengan Jacob Davis, seorang penjahit yang menambah sentuhan jeans kancing logam. Di tahun 1983, Levis mempatenkan jeans rancangan Davis tersebut, yang kemudian langsung dinyatakan oleh pekerja tambang di Kalifornia, AS, sebagai seragam non official mereka, karena merupakan satu-satunya busana yang tahan banting.
Di tahun 1920, produk Levi's Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laris di bagian Selatan Amerika. Di tahun 1930-an, kepopuleran jeans mulai terdongkrak, lantaran kepopuleran film koboi. Akibatnya, dalam waktu singkat, semua lelaki (tua/muda) jatuh cinta dengan celana jeans, karena berusaha meniru idola mereka di dalam film.
Saat memasuki era Perang Dunia II, giliran para serdadu Amerika yang gemar mengenakannya saat sedang tidak bertugas. Sedangkan di tahun 1950-an, eans mendadak menjadi must have item di kalangan anak-anak muda. Apa pasal? Rupanya tampilan cool James Dean bintang belia yang meninggal muda karena kecelakaan di saat namanya sedang di puncak ketenaran dengan celana jeansnya, digilai oleh anak-anak muda saat itu,.
Tren jeans kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun
1970-an. Dipicu oleh gaya hidup bohemian ala Hippy, yang lekat dengan
celana jeans bell bottom yang dihiasi dengan manik, sulaman atau lukisan
cat. Di akhir tahun 1970, dunia terkejut dengan penampilan si cantik Brooke
Shields, yang menjadi ikon jeans produksi Calvin Klein.
Era jeans mengalami masa-masa keemasan di tahun 1980-an. Saat itu, banyak perancang terkenal seperti Armani, Klein dan Versace, yang mengkrasikan jeans sebagai bahan yang bisa tampil sama anggunnya dengan bahan pakaian lain.

