The Uglier The Better

Selamat datang di era tahun 1970-an, di mana Anda bebas mengekspresikan fesyen Anda sepuasnya. Ya, gaya vintage di era ini mengusung jargon “the uglier the fashion the better”, artinya, semakin ‘aneh’ gaya berpakaian Anda, ini berarti Anda semakin keren!
Di era ini, serial Wonder Woman menginspirasi penggila fesyen untuk tampil dengan boot, hot pants dan short skirts. Sedangkan serial Charlie Angels yang tersohor dengan salah satu bidadarinya, Farah Fawcett, mempengaruhi tren rambut saat itu. Tahun 1970-an juga membuka peluang bagi munculnya gerakan Punk and Glam yang dimotori oleh musisi rock saat itu, Cher, David Bowe, dan Elton John.
Bergaya vintage a la glam berarti memiliki gaya rambut dan gaya busana yang berlebihan, dan tak jarang membuat mata terbelalak. Saat itu, rambut Mohawk berwarna-warni dari pink sampai hijau terang, menghiasi kepala para musisi punkers. Studded Biker Jackets, stocking fishnet robek-robek, combat boots, dan tentunya body piercing.
Untuk bergaya glamrock tanpa harus terlihat sebagai lady rock, Anda dapat menggunakan celana legging atau pipa, jeans 7/8 yang dipadukan dengan kaos bermotif dan jaket kulit pendek dengan dekorasi kancing metal. Atau, kenakan jaket bulu dengan satu warna yang memberi efek mengejutkan. Lalu, padankan dengan sepatu berhak tinggi dari bahkan mengkilap. Yep, if we are talking about the seventies meaning we are bragging about the shocking fashion.
Para desainer di masa itu, jamak yang merancang sepatu yang outrageous alias tidak pernah diduga sebelumnya. Bayangkan, ada sepatu platform dengan ketebalan 7 hingga 8 inchi, dan dihiasi dengan manik-manik bahkan rhinestones.
Meski demikian, gaya vintage di tahun 1970-an tidak melulu memberi kesan spooky. Jika Anda termasuk wanita yang tak ingin menarik perhatian, Anda bisa mengenakan sepatu wedge yang dipadankan dengan oversize boyfriend coat, atau cardigan plus ikat pinggang yang dilengkapi dengan skinny jeans dan rok mini (pengaruh dari era sebelumnya, tahun 1960-an). Tren yang lebih klasik dan tidak memberi kesan dramatis---di era tahun 1970-an---diusung olrh ruma mode Biba, Ossie Clark, Yves Saint Laurent, Givenchy, Norell, dan Oscar de la Renta.
Tren fesyen di era ini juga tidak lepas dari pengaruh musik disco dan rock and roll, yang melahirkan pelbagai feysen ‘ajaib’: celana disko super ketat full color berbahan lycra. Dan biang keladi dari tren ini siapa lagi kalau bukan aktor John Travolta, yang ngetop lewat film Saturday Night Fever.
Ruh androgin makin menunjukkan giginya di era ini. Banyak kaum wanita yang mulai mengenakan blazer, vest, man-suits, oversized shirt bahkan dasi. Tapi lelaki pun tak mau ketinggalan. David Bowie adalah pelopor pria yang berpenampilan feminin di masa itu, lengkap dengan riasan wajah.
Merek sepatu ternama, Nike, memulai ‘karirnya’ di era ini, khususnya dengan jenis sepatu running shoes, yang wajib dikoleksi fashionista di masa itu.

