Antisipasi Si Pencuri Ide

Sebagai pekerja, Anda diharapkan tidak hanya berkutat pada job description yang telah diamanatkan pimpinan Anda. Anda juga dituntut untuk memberikan ide dan gagasan demi kemajuan perusahaan. Sebagai karyawan yang baik, Anda pun memenuhi tuntutan itu. Ya, usai brain storming, pelbagai ide pun berseliweran memenuhi benak Anda. Tapi tak disangka, rekan kerja yang juga berfungsi sebagai tempat curahan gagasan Anda, mendadak menyabotase ide itu. Bahkan, si rekan tak tahu diri ini, mengklaim di depan pimpinan, bahwa ide tersebut adalah miliknya.
Jadi, bagaimana Anda mengantisipasi si pencuri ide ini? Pertama, pastikan bahwa ide itu murni milik Anda, sebab ada pemeo “There’s nothing new under the same sun”. ya, bisa jadi, rekan Anda itu sudah sejak dulu memikirkan ide yang tersemat di benak Anda. Hanya saja, ia ia lebih dulu merepresentasikannya di hadapan para decision maker itu.
Tapi, karateristik si pencuri ide ini bisa diketahui kok. Umumnya, mereka memiliki sifat yang ambisius. Segala cara akan mereka tempuh untuk mewujudkan keinginan mereka, termasuk mencuri ide itu. Bisa jadi, orang-orang semacam ini, tidak sadar bahwa mereka telah melakukan tindakan tercela. Sebabnya, di otak mereka, yang penting tujuan mereka bisa tercapai.
Jika di sekitar lingkungan kerja bertebaran makhluk-makhluk semacam ini, tidak bisa tidak, Anda harus menyimpan baik-baik ide di benak tersebut. Bicarakan seperlunya kepada rekan satu divisi---termasuk atasan Anda---dan tulis selengkapnya dalam file komputer yang sudah diberikan sandi rahasia. Anda juga harus fair apabila rekan Anda turut berkontribusi dalam ide ini, pastikan Anda menyebut nama mereka saat mempresentasikannya.
Apabila si pencuri ide terlalu jauh melakukan tindak kejahatan ini, maka tak ada salahnya Anda mengkonfrontir si dia. Tegaskan bahwa ide itu milik Anda, dan dia tidak berhak mengklaim ide itu sebagai miliknya dan seenaknya mempresentasikan ide itu.
Anda juga harus memiliki keberanian untuk bersuara di setiap pertemuan formal. Jangan sampai Anda ‘meminjam’ mulut orang lain untuk mengungkapkan ide itu. Dan, jangan pernah merasa kapok untuk menyampaikan ide secara langsung di hadapan atasan, apabila dalam pertemuan sebelumnya ide Anda ditolak habis-habisan,
Lantas, bagaimana jika ide tersebut sudah terlanjur dicuri? Selain membatasi interaksi dengan pelaku, Anda juga harus memotivasi diri untuk terus menelurkan ide-ide brilian. sebabnya, lambat laun, tindakan licik rekan Anda ini pasti akan terbongkar apalagi jika pelaksanaannya tidak berjalan sempurna. Dan ini berarti tamat sudah perjalanan karirnya di perusahaan tempat Anda bekerja.
Apabila si pencuri ide adalah atasan Anda sendiri, maka Anda harus mem-boost kualitas kerja Anda. Supaya pihak petinggi perusahaan, bisa menilai kualitas sesungguhnya yang ada dalam diri Anda. Next time, jika bos Anda menanyakan pendapat Anda, baiknya Anda tidak ungkapkan secara detail. Atau, ajaklah bos Anda berdiskusi sampai Anda berdua tiba pada kesimpulan bersama. Dan tegaskan, bahwa itu milik ide kalian, bukan bos Anda sendiri.

