Pantang Menangis di Tempat Kerja

Sebagai wanita, ada suatu periode di mana Anda merasa uring-uringan, labil, (emosi) tidak terkontrol, cemas, dan gelisah yang tiada berujung. Kemudian, suasana hati tak nyaman, rasa lelah yang mendera, hilang percaya diri, bahkan mudah menangis. Wanita, Ini karena Anda sedang mengalami gejala Pre Menstrual Syndrome (PSM), yakni pelbagai gejala fisik dan psikis---yang dipengaruhi gejolak hormon---(biasanya) dua minggu sebelum menstruasi.
Sebagai wanita pekerja, fase PMS bagai ‘neraka’ di diri Anda. Sebabnya, Anda rentan terhadap stress dan konflik yang muncul dari lingkungan kerja. Tapi, keprofesionalitasan Anda sebagai pekerja, bakal dipertanyakan apabila Anda kerap mencucurkan air mata di lingkungan kerja. Untuk itu, Anda perlu belajar mengendalikan emosi, terutama di masa PMS. Memang, melampiaskan emosi adalah baik bagi kesehatan jiwa. Tetapi, tidak jika Anda menangis di lingkungan kerja.
Simak pengakuan Retno, staf keuangan di salah satu perusahaan swasta ini pernah menangis sesungukan di tempat kerjanya, “Stress yang saya hadapi waktu itu sudah melampaui batas, sampai saya menangis sesungukan karena sudah tak tahan lagi,” kenangnya. Tapi sejak itu, pandangan rekan sekerja dan atasan Retno berubah, dan karirnya menurun dengan drastis.
Ya, lebih baik Anda marah, ketimbang mengeluarkan air mata. Sebabnya, air mata kerap diidentikkan dengan kelemahan. Bisa jadi, manajemen atau rekan kerja akan memandang Anda dengan sebelah mata karena ‘kelemahan’ Anda yang satu ini. Tak ada salahnya Anda meminta bantuan pasangan atau sahabat, untuk mensimulasi masa-masa ‘sulit’ di dalam kantor, yang membuat Anda tergoda untuk menangis.
Sebab itu, jika konflik kantor tengah menggila dan Anda tergoda untuk menangis, maka siapkan mental Anda dengan seksama. Dan, jika konflik itu menghadang di depan mata, berikan waktu bagi Anda supaya dapat tenang dan berpikir jernih. Sehingga saat Anda mencurahkan keberatan atau uneg-uneg, Anda dapat melakukannya tanpa diimbuhi adegan yakng mengharukan.
Jika memang masalah yang tengah dihadapi begitu menguras pikiran dan emosi, tak ada salahnya untuk undur sejenak. Ya, berjalanlah sejenak, hiruplah udara segar, dan biarkan pikiran Anda mengembara ke tempat yang menyenangkan.
Tapi, jika tekanan itu semakin menghebat, dan Anda semakin tak berdaya untuk menghadapinya, maka beristirahatlah. Saat Anda tidak berada di kantor, adalah waktu yang tepat untuk beteriak atau menangis histeris. Dengan catatatan, emosi kejiwaan Anda memang berada di level yang membahayakan, tidak saja bagi Anda tapi juga orang sekitar.
Bagi Anda yang mudah untuk mengeluarkan air mata, mungkin Anda perlu memikirkan cara bagaimana menghentikan buliran air dari kedua mata Anda itu. Bisa saja Anda memikirkan hal-hal yang lucu dan menyenangkan bagi Anda, atau mengalihkan pikiran dari masalah yang saat itu Anda hadapi, atau bahkan meneguk minuman dingin atau panas. Dan, jika air mata sudah terlanjut bergulir, bibir sudah menggetar hebat, secepatnya usai Anda mendapatkan ketenangan diri, temuilah ‘sumber’ masalah itu. Akui bahwa Anda telah meresponi masalah tersebut dengan emosional.
Bagaimanapun juga, menangis di kantor bukan berarti dunia kiamat ‘kan?

