Deteksi kanker Payudara sedari dini
Tahukah Anda bahwa jumlah penderita kanker payudara di Indonesia, menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim? Bahkan, ada penderita yang masih berusia 18 tahun sudah terdiagnosa penyakit ini. Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 50% penderita kanker payudara berasal dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Ini karena, kesadaran masyarakat (perempuan) dunia ketiga untuk memeriksa payudara sendiri, jauh lebih rendah ketimbang masyarakat dari negara maju.
Padahal, jika deteksi dini kanker payudara dengan cara memeriksa sendiri sudah memasyarakat, penyakit ini bisa diobati dan disembuhkan apabila masih di tahap stadium awal. Sayangnya, banyak penderita di Indonesia terdiagnosa saat kankernya berada di tahap stadium lanjut, yang berarti sulit untuk disembuhkan dan kebanyakan berujung di kematian.
Untuk melakukan pendeteksian sendiri, Anda perlu mengetahui “peta lingkungan payudara”. Bagian-bagian payudara memiliki rasa yang berbeda-beda jika diraba. Sisi payudara di bagian atas yang berdekatan dengan ketiak, terasa bergumpal-gumpal jika diraba, sedangkan bagian bawah terasa seperti hamparan pasir atau kerikil. Di bagian bahwa puting susu, terasa seperti sekumpulan biji-biji besar, terkadang gumpalan seperti mangkok.
Lakukan pemeriksaan ini satu minggu sesudah fase haid, karena kondisi payudara sedang melunak. Saat meraba, jika Anda merasakan gumpalan yang berbeda dari peta lingkungan tadi, bisa jadi memang terdapat sel kanker dalam payudara Anda.
Gunakan cermin untuk membantu Anda melakukan pemeriksaan payudara. Mulailah dengan mengangkat kedua lengan ke atas. Dan perhatikan payudara Anda, apakah bentuk dan ukurannya---kanan maupun kiri---simetris, bentuknya membesar atau mengeras, puting susunya lurus ke depan atau berubah arah? Selidiki juga apakah puting susu mengalami iritasi atau tidak, bagaimana dengan warnanya, kebiruan atau kehitaman? Kemudian, bagaimana dengan ketebalan payudara, dan permukaan kulitnya? Catat dalam jurnal setiap perubahan sekecil apapun yang Anda temukan dalam payudara, karena ini bisa berarti ada sel kanker di payudara Anda.
Kanker di payudara juga bisa dideteksi dengan cara memijat. Jika keluar air susu dari puting Anda, padahal Anda sedang tidak menyusui, maka Anda harus waspada. Gunakan kedua belah tangan untuk memijat secara lembut payudara mulai dari tepi hingga ke bagian putting.
Kemudian, berbaringlah di atas tempat tidur untuk memeriksa satu demi satu kondisi payudara. Saat memeriksa payudara di sebelah kiri, letakkan bantal tipis di bawah bahu kiri, rentangkan lengan kiri ke atas dan letakkan di samping atau di bawah kepala. Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan dan buat gerakan memutar untuk meraba payudara, dari tepi hingga ke bagian puting, tanpa ada yang terlewatkan.
Terakhir, rabalah ketiak dan area di sekitar payudara, untuk mengetahui apakah ada benjolan atau tidak. Segeralah menemui dokter apabila Anda menemukan kelainan di payudara Anda, karena kanker yang ditemukan pada tahap dini bisa segera dienyahkan.

