Menebas Penyakit dengan Chiropractic
Pengobatan dengan cara pijat tak melulu berkutat di pijat refleksi. Chiropractic adalah terapi pijat alternatif, yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan masuk ke Indonesia sejak tahun 1999. Jika pijat refleksi ‘bermain’ di wilayah telapak tangan dan kaki, maka pijat ini menelusuri wilayah tulang belakang.
Secara harafiah, Chiropractic berasal dari kata Yunani, chiros (tangan) dan praktikos (praktek/perlakuan). Terapi pijat ini berfokus pada untuk memperbaiki posisi tulang belakang, yang disinyalir menyebabkan pelbagai penyakit seperti nyeri punggung dan nyeri leher. Tapi penyakit lain seperti migrain, gangguan penglihatan dan pendengaran, paru-paru, dan lambung juga bisa disembuhkan dengan terapi ini.
Ya, Chiropractic berprinsip bahwa ada hubungan antara suatu penyakit dengan perubahan posisi tulang belakang. Sebabnya, terdapat 31 saraf penting di sepanjang rongga tulang belakang. Seseorang tidak akan menderita keluhan apapun apabila tulang belakangnya berada pada posisi yang benar.
Apabila posisi tulang belakang tidak seimbang, sistem saraf akan tertekan dan berpotensi menjadi rusak atau bahkan sama sekali tidak berfungsi. Akibatnya, tubuh tidak berfungsi dengan benar dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Lebih jauh lagi, sistem saraf bisa rusak, juga dengan selaput, igamen, lapisan tulang rawan, dan tulang sendi.
Banyak juga pasien yang menderita subloxasion, yakni pasien telah bertahun-tahun mengalami pergerakan tulang belakang, tapi tidak merasakan efeknya. Meski demikian, gangguan ini akan mengurangi daya tahan penderita, dan menggerus tubuh dengan pelbagai penyakit.
Chiropractor atau ahli pijat metode ini, akan memberikan pijatan dengan tangan, di wilayah tulang belakang, atau yang dikenal dengan istilah ‘penyesuaian Chiropractic’. Dengan metode ini, sendi dan otot yang semula kaku dan cidera---karena posisi tulang belakang yang salah---akan kembali lemas, dan dapat mengurangi rasa nyeri dan mempercepat pemulihan jaringan otot.
Sebelum seorang pasien diterapi dengan metode ini, chiropractor akan menanyakan riwayat kesehatan pasien terlebih dulu, untuk mengetahui pemicu masalah yang diderita. Chiropractor juga akan memeriksa postur tubuh, menganalisa tulang pasien, dan lain-lain.
Sebagai langkah awal, chiropractor akan melakukan penyesuaian tulang belakang untuk menghilangkan rasa sakit, dilanjutkan dengan menstabilkan kondisi tubuh, dan dipungkas dengan kembali membangun daerah tulang belakang yang terganggu. Kondisi pasien bisa cepat pulih apabila didukung dengan asupan vitamin.
Untuk mengetahui apakah posisi tulang belakang Anda bermasalah atau tidak, Anda bisa memeriksa kondisi tubuh Anda. Jika Anda gampang merasa lesu dan lelah, sulit berkonsentrasi, dan sakit-sakitan, ini berarti posisi tulang belakang Anda memang bermasalah. Jika Anda tidak dapat bernapas dengan lega, tidak dapat memutar atau menggerakkan kepala dan dari satu sisi ke sisi lain dengan nyaman, jelas bahwa Anda bermasalah dengan tulang belakang.


