Cegah Ambeien dengan serat
Anda pernah menderita ambeien? Jika ya, Anda tentu tahu betapa tidak nyamannya tubuh Anda saat penyakit ini datang menyerang. Sering Anda terpaksa mengatupkan bibir erat-erat karena menahan sakit tak terperikan, saat Anda tengah membuang air besar. Ini karena, terdapat iritasi atau luka pada anus Anda. Luka itu sendiri muncul akibat tinja keras yang merobek anus Anda, saat Anda mencoba mengeluarkannya dengan sekuat tenaga, atau bisa jadi karena Anda terlalu ‘bersemangat’ saat mengedan.
Ameien, adalah kondisi di mana luka itu akan meradang, membengkak, dan mengeluarkan darah segar. Bagi penderita ambeien, rasa nyeri akan semakin hebat saat harus duduk berlama-lama atau membuang air besar.
Penyakit ini bisa dihindari apabila penderita memiliki kebiasaan banyak mengkonsumsi serat dan air putih. Sebab, tinja yang sarat dengan serat, akan memiliki komposisi yang lunak dan mudah dikeluarkan. Ini karena sifat serat sebagai pembawa air yang tidak dapat diserap usus, mempertahankan konsistensi kotoran agar tetap lembek. Konsistensi tinja yang lunak, membantu mengurangi kerja gerakan otot rektal dan mengurangi tekanan pada rektum sehingga wasit dapat dicegah, dan penderita tidak perlu bersusah-payah saat mengenyahkan kotoran dari tubuhnya. Apalagi, menurut para ahli, tinja yang terlalu lama singgah di usus besar, dapat mengiritasi sel-sel dinding usus besar dan bermutasi menjadi sel kanker. Serat juga memberikan rangsangan pada usus besar untuk bergerak dengan teratur, sehingga proses buang air besar menjadi lancar.
Beberapa makanan yang kadar kandungan seratnya tingi yakni: buah pepaya, daun ubi, bayam, dan kangkung. Sebab itu, penting menerapkan pola hidup sehat dan pola makan cukup serat, untuk mencegah ambeien. Tubuh, dianggap cukup mengkonsumsi serat, apabila pada saat mengeluarkan kotoran, tidak perlu mengedan.
American Dieteic Association (ADA), National Cancer Institute dan American Cancer Society, menyarankan konsumsi serat 25 hingga 35 gram per hari, atau 10 hingga 13 gram serat per 1000 kcal tiap harinya. Berarti, bila seseorang mengasumsi 2000 kcal, maka kebutuhan seratnya mencapai 20 hingga 26 gram setiap hari. Di Indonesia, kebanyakan penduduk hanya mengkonsumsi 10,5 gram, atau 1/3 dari kebutuhan idel yakni 30 gram setiap hari.
Serat tak hanya berfungsi untuk mengatasi sembelit atau susah buang itu besar, tapi juga membantu mengontrol berat badan. Dengan mengkonsumsi serat, lemak dan kadar gula di dalam tubuh Anda dapat berkurang. Ini karena, makanan tinggi serat menghasilkan energi jauh lebih sedikit dibanding lemak dan gula, dan serat menimbulkan perasaan kenyang lebih lama, sehingga asupan makanan pun berkurang.
Dengan mengkonsumsi serat, kadar kolesterol dalam tubuh dapat dikontrol, dan resiko penyakit jantung atau stroke, dapat berkurang. Sebab, serat dapat mengikat kolesterol dan asam empedu, lalu membawanya keluar dari tubuh bersama dengan tinja. Serat juga mempercepat laju makanan dalam saluran pencernaan, sehingga memperpendek waktu singgah kotoran di usus, dan ini berarti usus terhindar dari resiko kanker.

