Terawang Kesehatan Dengan Kuku
Di Indonesia, sejak mulai bersekolah anak-anak diajarkan untuk memelihara kebersihan kuku dengan cara memotongnya secara teratur, dan mencucinya setiap mau makan. Sebab, kuku yang panjang dan jarang dibersihkan, menjadi tempat berkembangbiaknya mikroorganisme, bakteri, cacing, spora, parasit, dan pelbagai bibit penyakit lainnya. Namun, jangan memotong kuku terlalu pendek, agar fungsinya utamanya untuk melindungi ujung jari dan memaksimalkan daya sentuh tetap terjaga.
Fungsi kuku lainnya yakni untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan pemiliknya. Ya, jika Anda tengah menderita kekurangan nutrisi misalnya, maka pertumbuhan kuku Anda akan berjalan lamban dan mudah patah. Selain itu, kuku yang berwarna pucat keputih-putihan, umumnya menunjukan gejala anemia. Dan, seperti halnya rambut, kuku juga terbentuk dari keratin, protein yang kaya akan sulfur. Artinya, kuku yang sehat setali tiga uang dengan kesehatan Anda itu sendiri!
Cara Anda memperlakukan kuku juga dapat menyingkapkan kondisi psikis Anda. Jika Anda gemar menggigiti kuku, bisa jadi Anda sedang merasa stress atau cemas berlebihan. Memang, kebiasaan menggigiti kuku tidak akan menyebabkan kerusakan permanen, tapi tidak demikian halnya dengan estetika, betapa tidak, bentuk kuku Anda akan terlihat tidak keruan. Belum lagi ada kemungkinan kuku Anda akan terluka. Akibatnya, Anda akan rentan terhadap infeksi yang tidak hanya menyerang kuku tetapi juga mulut Anda.
Jika kuku berwarna kemerah-merahan, terasa nyeri sekaligus gatal, jelas itu pertanda bahwa Anda tengah mengalami masalah (kuku). Seperti halnya bagian tubuh Anda yang lain, baik kuku tangan dan kuku kaki Anda mudah terkena infeksi. Pada orang dewasa, infeksi kuku disebabkan oleh jamur, bakteri, virus dan kutil.
Infeksi kuku oleh jamur dapat menyebabkan kuku menjadi tebal tapi rapuh, dan berubah warna menjadi kebirua-biruan atau kehijau-hijauan. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus, memuat kuku berubah bentuk. Bahkan, jika tidak segera ditangani, dapat membuat kuku terlepas dari jari-jemari.
Perubahan pada kuku selain disebabkan oleh infeksi juga bisa dijadikan indikasi bahwa Anda tengah mengidap penyakit serius. Warna alami kuku normal adalah gradasi merah muda menuju putih. Jika seluruh kuku Anda berwarna putih, kemungkinan ada gangguan pada liver. Bila sebagian berwarna putih, dan sebagiannya lagi berwarna merah muda, pertanda gangguan ginjal. Kuku yang berwarna merah mengindikasikan ganguan pada jantung. Kuku yang berwarna kuning, tebal, dan lamban pertumbuhannya, mengindikasikan gangguan getah bening, atau penyakit pencernaan kronis. Ujung jari yang membesar sehingga membuat bentuk kuku berubah, pertanda gangguan pada paru-paru. Sebab, organ paru yang tidak berfungsi normal menyebabkan pasokan oksigen dalam darah terhambat sehingga berpengaruh pada bentuk jari dan bentuk kuku.
Kuku yang tampak kusam dan berkerut, menandakan adanya gejala penyakit campak dan cacar air. Sedangkan, lapisan merah yang membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh kapiler. Garis-garis ganda pada kuku bisa dijadikan pertanda penyakit darah tinggi (hipertensi). Lengkungan yang berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, menandakan gejala penyakit TBC, emfisema, dan penyakit hati. Dan timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya penyakit psoriasis atau penyakit kulit kronis.
Hati-hati jika Anda, tanpa sengaja, gemar menggigiti kuku.
Sebab, kebiasaan ini, dikategorikan sebagai gangguan mental oleh para ahli
kesehatan jiwa. Apalagi jika diimbuhi dengan kebiasaan mencabut rambut dan
perilaku yang merusak (tubuh) lainnya.

