Bahaya racun dibalik santapan lezat
Meski sedap, tak jarang makanan yang disantap mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pelbagai racun itu, mulai dari pengawet, pewarna, dikemas dalam aneka bahan makanan tambahan. Ada juga perasa buatan yang berkamuflase dalam pelbagai penyedap masakan. Jadi, mulai dari sekarang, hati-hati jika makanan yang tengah Anda santap, rasanya lezat bukan main. Sebab, bukan tak mungkin makanan tersebut justru mengandung banyak racun.
Fungsi pengawet adalah untuk menghambat aktivitas mikroorganisme (bakteri, kapang, khamir), agar produk makanan tahan lama. Di Indonesia, banyak bebuahan dan sayur-mayur yang menggunakan pengawet dari bahan asam silsilat. Ada juga produsen makanan yang menggunakan formalin, bahan yang biasa digunakan untuk mengawetkan jenasah. Selain formalin, boraks atau asam borat, juga kerap digunakan untuk mengawetkan makanan.
Pelbagai bahan pengawet tadi, bersama dengan dulsin, kloramfenokol, dan minyak nabati, sudah dimasukkan dalam daftar hitam berdasarkan SK Menkes RI Nomor 722 tahun 1988. Sebab, bahan-bahan tadi lazim digunakan untuk mengenyahkan fungisida, herbisida, dan insektisida. Jika bahan-bahan itu digelontorkan ke tubuh manusia, akibatnya fatal.
Sebab itu, jangan mudah tergiur oleh bebuahan dan sayuran yang terlihat demikian segar nyaris tanpa cela. Lebih baik pilih bebuahan dan sayuran yang sudah digeorogoti oleh binatang, Meski tak terlalu indah dipandang mata, bebuahan dan sayuran bolong lebih aman untuk dikonsumsi, karena tidak terpapar oleh bahan berbahaya yang bahkan membuat binatang enggan untuk menyantapnya.
Makanan dan minuman dengan tampilan warna yang memikat memang menohok selera. Tapi, efek sampingnya juga tak kalah menohoknya! Ya, pewarna buatan ini, jika terus-menerus digelontorkan ke dalam tubuh, bisa memicu berkembangnya sel kanker. Jadi, jangan sekali-kali terpikat dengan tampilan warna makanan dan minuman yang kinclong, bisa jadi ini karena faktor pewarna buatan itu.
Menyantap makanan yang sudah diimbuhi dengan penyedap rasa, monosodium glutamat (MSG) memang menambah nikmat, tapi ini juga berdampak buruk bagi kesehatan, seperti yang dikenal dengan kasus China’s restaurant syndrome. Dalam kasus ini, ada pasien yang mengalami sensasi panas di leher dan dada, yang disertai dengan sesak napas dan pusing-pusing, usai menyatap masakan ber-MSG di salah satu restoran China.
Jadi, bagaimana dapat menyantap hidangan lezat tanpa terpapar racun masakan? Anda harus menyingkirkan semua bahan tambahan makanan, pelezat, pewangi, dan pewarna buatan. Dan lebih memilih menggunakan bahan alami untuk menambah kenikmatan masakan Anda. Sejatinya, semua bahan makanan berprotein seperti keju, susu, daging, ikan dan sayuran, mengandung asam amino atau glaumate, yang menimbulkan rasa sedap. jadi, manfaatkan potensi bahan makanan ini untuk memperlezat masakan Anda.

