Efek Kafein Sebabkan Halusinasi
Bagi Anda yang terbiasa mengkonsumsi kafein minimal tujuh cangkir kopi tubruk dalam sehari, penelitian terkini melaporkan bahwa orang seperti Anda, rentan mengalami halusinasi. Menurut para peneliti dari Universitas Durham, Inggris, setiap orang yang gemar mengkonsumsi kafein apakah itu melalui kopi, teh, cokelat, minuman berenergi, atau pil cenderung mendengar suara dan melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kafein dalam batas normal.
Tujuh cangkir kopi instan mengandung total 315 miligram kafein. Jumlah ini sama dengan sekitar enam cangkir teh kental, sembilan minuman bersoda, empat minuman berenergi, dan sekitar 1,5 cangkir kopi ala kafe.
Kafein berfungsi merangsang sistem saraf pusat yang sementara dapat menahan rasa kantuk dan memperbaiki kesadaran. Sebanyak 90% penduduk Amerika Utara mengkonsumi kafein setiap harinya, di mana menurut para peneliti adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak dikonsumsi di dunia.
Kafein diserap sepenuhnya oleh lambung dan usus halus, dan
membutuhkan waktu 45 menit untuk proses pencernaan.
Jika dikonsumsi dalam batas sewajarnya, kafein dapat meningkatkan kapasitas kerja mental maupun fisik. Tapi, jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat menyebabkan seseorang keracunan, merasa gelisah, cepat tersinggung, cemas, otot bergetar, susah tidur, sakit kepala, dan jantung berdebar.
Menurut para peneliti, temuan ini akan menjelaskan kaitan antara efek nutrisi dengan halusinasi dan bentuk lain dari gangguan psikologis seperti delusi dan skizofrenia. Perubahan asupan makanan dan minuman, termasuk mengkonsumsi kafein, dapat membantu mencegah atau menanggulangi halusinasi.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 200 mahasiswa Inggris non-perokok, mereka ditanyai mengenai jenis kafein yang mereka asup apakah itu dalam bentuk kopi, teh, minuman energi, hingga coklat dan lain-lain.
Ternyata, hasil penelitian itu menunjukkan, lantaran mengkonsumsi kafein, kadar stress para responden itu meningkat, begitu pula dengan kecenderungan mereka melihat sesuatu termasuk ‘arwah orang mati’dan mendengar suara-suara yang sebetulnya tidak ada.
Sejatinya, kafein berfungsi mempertajam efek stress pada tubuh, yakni munculnya hormon kortisol, yang kian bertambah banyak jika dipicu dengan asupan kafein. Dan, hormon kortisol yang berlebih dapat memicu kecenderungan seseorang untuk berhalusinasi.
Meski demikian, menurut Simon Jones, pemimpin penelitian yang merupakan lulusan dari Fakultas Psikologi Universitas Durham, halusinasi bukan pertanda seseorang mengalami gangguan jiwa. “Kebanyakan orang akan mengalami pengalaman singkat seperti mendengar suara yang sebetulnya tidak ada, dan tetap menjalani hidup yang normal. Tapi, bagi mereka yang tidak menanggulangi hal itu, sebaiknya memang berkonsultasi kepada ahli,” pungkas Jones.

