Mengeyahkan si penggangu tidur
Tak perlu ragu menyantap makanan mentah. Sebab, pelbagai zat dalam sayuran dan bebuahan yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan enzim bisa rusak apabila bahan makanan itu diolah dengan suhu tinggi. Ya, ternyata manfaat makanan mentah yakni sayuran, bebuahan, biji-bijian jauh lebih tinggi dibanding jika makanan itu diolah dengan matang.
Konsep mengkonsumsi makanan mentah ini, diperkenalkan sejak tahun 1839 oleh Sylvester Graham, seorang vegetarian asal Amerika Serikat. Ia menulis sebuah artikel, yang menekankan ide bahwa manusia tidak akan pernah sakit apabila hanya mengkonsumsi makanan mentah. Apalagi, nenek moyang manusia sebelum menemukan api bisa bertahan dan tetap berkembang biak meski hanya mengkonsumsi makanan mentah.
Ide ini makin dipertegas dengan hasil penemuan Artturi Vertanen, ahli biokimia, yang membuktikan secara ilmiah bahwa enzim penting yang terkandung dalam makanan mentah, keluar saat makanan itu dikunyah. Dan, enzim itu akan berpadu bersama dengan enzim yang diproduksi dalam tubuh, menghasilkan manfaat yang paling optimal. Enzim ini dapat hilang saat makanan diolah pada suhu 46 hingga 48 derajat C. Pengolahan ini juga akan merusak kualitas makanan, karena serat-serat alami menjadi ‘putus’, kadar oksigen hilang, vitamin yang tidak tahan panas seperti vitamin C menjadi rusak.
Beberapa jenis masakan yang disarankan untuk diolah yakni nasi, kentang, dan ubi. Sedangkan, biji-bijian, bebuahan, dan sayuran sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah. Apalagi, sayuran dan bebuahan yang dikonsumsi mentah-mentah, dapat memperpanjang usia. Ini karena kandungan enzimnya dapat menumbuhkan sel-sel baru di dalam tubuh. Tak sekadar memperpanjang usia, kandungan antioksidan dalam bebuahan dan sayuran yang diserap tubuh, mampu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.
Makanan mentah juga dapat berfungi sebagai obat alami untuk tubuh yang sedang sakit. Saat tubuh sakit, unsur-unsur tubuh yang terdiri oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen, dan kalsium, sedang tidak seimbang. Kandungan dalam pelbagai bebuahan, bjian dan sayuran mentah bisa mengembalikan keseimbangan unsur-unsur tersebut, dan memulihkan tubuh dari keadaan sakit.
Memang, tidak mudah mengubah pola makan, dari (makanan) matang ke mentah. Awalnya, saat mengkonsumi makanan mentah, bisa jadi sayuran atau biji-bijian akan terasa aneh di mulut Anda. Tapi, sebagai orang Indonesia, tentu bukan perkara sulit untuk menerapkan pola makan semacam ini. Sebabnya, budaya kita banyak mengenal aneka sajian makanan mentah sepeti karedok dan lalapan.
Ikan, bisa disantap dalam keadaan mentah, jika memiliki mata yang jernih, tidak lembek (jika daging ditekan bisa kembali ke kondisi semula), tidak mengalami perubahan warna, tidak berbau amis saat dibilas dengan air, dan insangnya berwarna merah cerah. Pelbagai jenis ikan dan hasil laut yang tinggi khasiatnya yakni ikan tuna, salmon, hering, sarding, anchovy, swordfish, sablefish, lele, tiram, dan udang. Ikan mentah, jika masih bagus kualitasnya, maka akan terasa manis saat disantap.

