Fungsi Seks Untuk Kesehatan Tubuh
Di dalam kekristenan, Allah menciptakan seks untuk suami-isteri dengan pelbagai tujuan, antara lain sebagai simbol cinta dan kasih suami-isteri; menyatukan dan memadukan suami-isteri baik dalam fisik maupun psikis; menghasilkan keturunan (prokreasi); dan rekreasi atau kesenangan bagi suami dan isteri (orgasme).
Tapi, menurut penelitian para ahli, seks juga berfungsi untuk menyehatkan tubuh mulai dari memperpanjang usia hingga menurunkan risiko disfungsi ereksi hingga serangan jantung.
Penelitian yang dilansir oleh Nottingham University, Inggris, ini juga menunjukkan bahwa seorang suami yang melakukan kegiatan seks secara teratur di usia 50-an tahun, kecil kemungkinan terkena kanker prostat.
Sensasi yang timbul dari hubungan seks yang teratur dan menyenangkan, akan melepaskan hormon yang bermanfaat bagi tubuh.
Penelitian yang melibatkan 1.000 responden yang berusia 55 hingga 75 tahun itu, dan dilakukan sejak lima tahun lalu itu membuktikan bahwa suami yang berhubungan seks kurang dari sekali dalam seminggu, lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang rutin melakukan seminggu sekali.
Sedangkan, bagi wanita lanjut usia yang kadar hormon estrogennya notanene sudah berkurang, seks yang teratur satu minggu sekali dapat meningkatkan kadar estrogen di dalam tubuh.
Hubungan seks juga baik bagi jantung lantaran ini sama dengan berolahraga. “Melakukan hubungan seks sama dengan berjalan kaki hingga sejauh satu mil,” jelas Dr. Graham Jackson, konsultan kardiologis dari Rumah Sakit Guy & St. Thomas, sekaligus Ketua Asosiasi Disfungsi Seksual.
Penelitian di Queens University, Belfast, Irlandia, juga menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks sebanyak tiga kali dalam seminggu dapat melindungi tubuh dari risiko serangan jantung dan stroke. Tapi, ini tidak berlaku bagi Anda yang berusia lebih dari 50 tahun dengan kondisi tubuh yang tidak sehat dan kelebihan berat badan.
Di Inggris, sekitar 35 ribu lelaki menderita kanker prostat tiap tahunnya. Nah, hubungan seks yang baik dan teratur dapat melindungi lelaki berusia lanjut dari risiko kanker prostat, lantaran hormon yang dilepaskan tubuh saat berhubungan seks berfungsi membersihkan kelenjar prostat dari racun-racun.
Beberapa fakta juga menyatakan bahwa efek rasa senang yang dihasilkan dari hubungan intim bersama suami atau isteri, dapat menghasilkan beberapa hormon seperti endorphin yang memberi rasa lega, dan oxytocin yang dapat membuat tidur nyenyak dengan demikian sel-sel tubuh diperbaharui sehingga tubuh menjadi bugar.
Hormon oxytocin juga dijuluki hormone ‘peluk’, lantaran hormon ini dilepaskan tubuh 20 menit kemudian usai pasangan suami-isteri saling berpelukan. Tubuh isteri lebih banyak menghasilkan hormone ini ketimbang suami.
Selain kedua hormon tadi, tubuh juga menghasilkan hormon serotonin yang berfungsi sebagai antidepresan. Itulah mengapa seorang isteri yang memiliki hubungan seks yang sehat cenderung bebas depresi ketimbang mereka yang jarang melakukan hubungan seks dengan suaminya, berdasarkan eksperimen yang melibatkan hampir 300 wanita.
Terakhir, berhubungan seks secara rutin juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap demam dan penyakit flu. Ini karena naiknya level imunoglobulim A dalam darah, yang terdapat dalam kelenjer saliva, dan menyebabkan sistem tubuh menjadi imun terhadap flu dan demam.

