Marylin Manson
Situs Wikipedia menyebut nama musisi Marilyn Manson sebagai salah satu anggota Gereja Setan (GS). Sebab, dalam sebuah wawancara di majalah Spin, tahun 1996, Manson mengatakan bahwa ia ingin dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah kekristenan. Bahkan, dalam setiap pertunjukkan, rocker yang kerap berpenampilan seram ini tak sungkan-sungkan merobek Alkitab dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus.
Seperti yang dilansir dari Spotlight Ministries, Manson mengakui bahwa ia terang-terangan menentang kekristenan, “Saya adalah gambaran dari segala sesuatu yang menolak apa yang Tuhan (orang Kristen) ajarkan, bukan dengan mengatakan bahwa ini adalah suatu pilihan, atau dengan pernyataan bahwa ‘Saya ingin menjadi jahat’ atau ‘Saya ingin melakukan kesalahan’. Tapi, hanya dengan menjadi diri sendiri dan memiliki standar moralitas yang berbeda,” paparnya. Tak pelak, Anton LaVey, pendiri GS, pun menahbiskannya sebagai seorang pendeta GS.
Sejatinya, nama asli pria yang lahir pada pada 5 Januari 1969, di Ohio, Amerika Serikat (AS), adalah Brian Hugh Warner. Nama panggungnya diambil dari perpaduan bintang legendaris, Marilyn Monroe, dan seorang pembunuh berantai legendaries, AS, Charles Manson. Reputasi Manson tersohor ke seantero jagad saat ia menelurkan album The Antichrist Superstar di era tahun 1990-an.
Tak sekadar berpenampilan seram, lirik-lirik lagu besutan Manson juga sering menakutkan. Ini karena Manson berulangkali menulis tema setan, sodomi, pemerkosaan, pembunuhan, dan mutilasi diri, lalu mengejawantahkannya dalam aksi panggung dan video klip.
Manson juga pernah tampil di beberapa film. Salah satu film Manson yang dinilai cukup kontroversial adalah film dokumentasi tentang tragedi pembunuhan massal di SMA Columbine, AS pada tahun 1999. Film itu berkisah mengenai dua pelajar SMA yang menembaki kawan-kawan dan guru mereka, sebelum mereka sendiri membunuh diri. Konon, tindakan brutal kedua remaja tersebut diilhami oleh lagu-lagu milik Manson.
Tahun 2007, Manson memamerkan 40 karya lukisan cat airnya, di galeri Brigitte Schenk, Jerman, pameran pembuka dari rangkaian pameran di seluruh Eropa. Seperti lagu-lagunya yang kerap nyeleneh, begitu pula dengan lukisan Manson. Ya, ia melukis tokoh Nazi, Hitler, dalam keadaan polos tanpa sehelai benang apapun. Anehnya, Manson menambahkan payudara di bagian atas tubuh Hitler. Ada juga lukisan wanita telanjang, yang termutilasi di bagian tengah tubuhnya.
Isu obat terlarang juga tak lepas dari pria yang pernah menikah dengan seorang penari erotis ini. Dalam sebuah talks show di AS, Manson berkata bahwa setiap orang menenggak obat terlarang, dan tidak ada masalah dengan mereka. Salah seorang penggemar Manson juga pernah bersaksi bahwa dalam pertunjukannya, Manson kerap mempromosikan obat terlarang itu. Bahkan, Manson juga sesumbar bahwa ia mendapat wahyu, yang menyatakan bahwa Yesus menciptakan mariyuana, kokain, dan LSD.
Sebagai seorang bintang, bisa jadi Manson melakukan itu semua untuk mendapatkan publisitas. Tapi, dari pernyataannya berikut, jelas bahwa Manson melakukan tindakannya itu bukan untuk sekadar menciptakan sensasi, “Saya selalu memiliki hasrat untuk melakukan tindak provokasi dan membuat orang-orang berpikir mengenai apa yang saya lakukan. Tapi itu bukan lagi tantangan apabila saya sekadar menimbulkan efek kejutan, sebab saya ingin melakukan sesuatu lebih dari itu. Ya, saya telah mengembangkan ‘monster’ yang ada di dalam diri saya, dan saya cukup senang dengan hal itu,” tutur Manson.

