Oprah Winfrey
Sebuah penerbit Kristen telah melansir buku bertajuk The Gospel According to Oprah, besutan Maria Nelson. Menurut penulisnya, Oprah melalui acara talk show-nya‘Oprah Winfrey’ dan pelbagai bisnis multimedianya yang lain, berhasil mempengaruhi jutaan pemirsanya dengan pelbagai ajaran religius seperti pengampunan, kedermawanan, belas kasihan, dan lain-lain. Tak pelak, Oprah diidentikkan dengan sebagai sosok penganut Kristen yang taat.
Padahal sejatinyawanita 29 Januari 1954 ini, adalah penganut aliran New Age yang cukup agresif dalam mempromosikan keyakinannya---terutama melalui pertunjukkan televisinya---inilah mengapa ia kerap dijuluki nabiah baru dari negeri Paman Sam. Apalagi, pada tahun 1996, Oprah ‘ditahbiskan’ sebagai ‘Orang yang Paling Berpengaruh’ versi majalah Time. ini berarti, apa saja yang dikatakan Oprah, akan diamini oleh para pengikutnya!
Awalnya Oprah adalah seorang Kristiani yang berjemaat di Gereja Baptis, Mississippi, AS. Syahdan, seorang pengkhotbah mmengatakan bahwa Tuhan adalah seorang Allah yang pencemburu. Ini menjadi pertanyaan besar di benak Oprah, yang mengartikan ‘kecemburuan’ Allah sebagai indikasi adanya illah-illah lain. Inilah yang membuat Oprah memutuskan hengkang dari kekristenan, dan menyangkal bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan atau satu-satunya Tuhan.
Sebagai bukti bahwa Oprah telah beralih keyakinan, ia sering mengundang tokoh-tokoh New Age dalam pertunjukannya. Bersama para pemuka New Age ini, Oprah tengah menjalankan misi untuk memberikan ‘pencerahan’ kepada para pemirsanya, “Saya ingin orang-orang melihat ‘sesuatu’ dalam pertunjukkan ini, yang dapat membuat mereka memiliki paradigma yang berbeda mengenai kehidupan. ‘Sesuatu’ yang dapat menjadi terang bagi mereka, untuk membuat perbedaan, yakni bagaimana supaya mereka dapat berhubungan dengan ruh yang menjadi bagian dari kehidupan mereka,” paparnya.
Sejak para tokoh-tokoh terkemuka---yang juga berprofesi sebagai penulis buku---New Age itu hadir di acara Oprah, konon popularitas mereka semakin menjadi. Seperti Marianne Williamson, yang mengatakan bahwa sejak hadir di acara Oprah, untuk mempromosikan karyanya A Return to Love: Reflection on The Principles of A Course in Miracles, bukan saja namanya semakin dikenal, tapi bukunya bahkan masuk dalam daftar New York Times Bestseller. Kini, Williamson dikenal sebagai salah satu tokoh New Age yang terkemuka.
Konsep ketuhanan di benak Oprah, kini bukan lagi dalam bentuk tunggal, tapi bentuk jamak. Menurut Oprah, ia kini mempercayai ‘kekuatan ruh’, ‘kekuatan alam semesta’, dan ‘kekuatan cinta’, yang disebutnya sebagai tuhan. Bagi Oprah dan penganut New Age lainnya, perasaan atau emosi maupun intuisi mereka, adalah ‘penunjuk jalan’ yang bahkan keakuratannya melebihi nalar mereka!
Dengan konsisten, di setiap pertunjukkanya, Oprah berkali-kali menginspirasikan pemirsanya untuk menjadi pengendali dari kehidupan mereka masing-masing. Ia bahkan selalu memberi wejangan bahwa manusia dapat memilih ‘takdirnya’, dan terlepas apakah pemirsa tersebut orang Kristen atau bukan, mereka memiliki kekuatan spiritual yang sama dengan Tuhan. Ini artinya, Oprah tidak mengakui akan kedaulatan Tuhan di dalam kehidupan manusia, sebab, “Andalah yang mengendalikan hidup Anda sendiri,” katanya. Jadi, masihkah Anda menggemari Oprah?


