Bila Kaos Tak Lagi (Sekadar) Bergaya
Pernahkan Anda menggelontorkan uang ratusan juta rupiah hanya untuk sebuah kaos atau baju polo? Saya jamin Anda pasti menjawab tidak. Uang sebesar itu, mungkin sah-sah saja jika digunakan untuk mendapatkan sebuah mahakarya adibusana perancang ternama. Tapi, untuk sebuah kaos---bahkan dengan merek terkenal sekalipun apakah itu tidak terlalu berlebihan?
Apapun pendapat Anda, produsen fesyen terkemuka, desainer terkemuka kelahiran Kolombia, Miguel Caballero, telah melansir kaos Caballero, seharga mulai 1200 dolar AS atau berkisar 120 juta rupiah. Segmen pasar yang dituju dari kaos mahal ini yakni para selebritas mulai dari artis, aktor/aktris, pejabat atau tokoh politik, olahragawan, kaum bangsawan, dan lain-lain, yang seringkali merasa terancam nyawanya karena popularitasnya! Sebab, kaos ini didesain sedemikian rupa, hingga dapat melindungi tubuh pemakainya dari terjangan peluru. Ya, kaos Caballero adalah kaos antipeluru. Caballero sendiri dijuluki ‘Armani dari Baju Zirah’ di kalangan para jestet, karena kerap mendesain busana keren antipeluru pesanan Pangeran Felipe dari Spanyol, dan Presiden Hugo Chaves dari Venezuela.
Sekilas, tampilan kaos ini seperti seperti kaos biasa, walau diperhatikan dengan tatapan yang paling jeli sekalipun. Kaos Caballero dapat melindungi nyawa pemakainya dari tembakan pistol berkaliber 9 milimeter, tapi tetap meninggalkan bekas tembakan berupa luka goresan di dada Anda. Rahasia dari kaos antipeluru yang memiliki pilihan warna biru, merah, dan putih ini, terletak pada bahan kevlar, yang sangat tipis, dan ringan, tapi bisa menahan penetrasi peluru lebih jauh ke dalam tubuh Anda yang berharga.
Proses awal pembuatan kaos ini cukup unik, untuk menguji kekuatan baju-baju antipeluru itu, Caballero terpaksa menembaki satu-persatu karyawannya. Kini, baju itu bisa Anda dapatkan di jaringan toko serba ada (toserba) Harrod, di Inggris. Menurut pengelola Harrod, kaum borzois seperti Raja Abdullah II dari Yordania, Presiden Hugo Chaves dari Venezuela, Presiden Alvaro Uribe dari Kolombia, dan aktor laga, Steven Seagal, telah mengenakan baju ini.
Selain kaos, Cabellero juga mendesain jaket antipeluru, yang beratnya jauh lebih ringan dari jaket antilepuru a la militer. Bahkan, salah satu jaket antipelurunya, yang memiliki berat 1,8 kg mampu memberikan perlindungan yang sama seperti halnya jaket seberat 4,5 kg milik militer, yakni bisa menghalau peluru dari senapan mesin mini Uzi. Selain lebih ringan dari kebanyakan jaket antipeluru lainnya, jaket Cabellero begitu modis, hingga lebih tepat dikenakan untuk acara-acara pesta.
Ide Cabellero muncul sejak 16 tahun silam, ketika ia masih berdomisili di Kolombia. Di sana, Cabellero mengaku bahwa teman-teman sekelasnya yang berasal dari golongan elit, kerap menjadi sasaran penculik dan milis bersenjata. Maka, Cabellero pun kemudian berpikir bagaimana cara melindungi teman-temannya, namun tetap dalam kemasan modis.

