Semua yang termegah di Dubai
Mulai tahun depan, cantumkan kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ke dalam agenda perjalanan Anda, entah untuk keperluan bisnis atau sekadar bepergian bersama keluarga. Sebab, beberapa saat lalu, Emaar Properties, perusahaan yang telah membangun pelbagai bangunan megah di Dubai, berencana mendirikan air mancur terbesar di dunia, yang berhasil menimbulkan keguncangan di seluruh dunia. Itulah mengapa Anda harus meluangkan waktu untuk menjadi saksi pembangunan air mancur di Dubai, yang bakal rampung pada tahun 2009 ini.
Konon, biaya pembangunan air mancur ini menelan biaya 281 juta dolar AS atau 2,6 triliun rupiah, dan terbentang seluar 275 meter, ukuran ini menempatkan air mancur Dubai sebagai air mancur terbesar di dunia, mengalahkan air mancur Bellagio di Las Vegas. Air mancur Dubai akan dilengkapi dengan pompa air yang mampu memancarkan 22000 galon air hingga ketinggian 150 meter, atau sama dengan gedung 50 tingkat. Kemudian, semburan air dari air pancur Dubai ini, akan dihiasi dengan cahaya dari 6600 lampu dan proyektor berwarna-warni, juga permainan suara yang menggelegar.
Sebetulnya bukan hanya rencana pembuatan air mancur Dubai yang mengundang pelbagai decak kagum dari seluruh penjuru dunia. Sebelumnya, bulan April kemarin, pusat wisata di Dubai makin bertambah marak dengan kehadiran bangunan pencakar langit terbaru, The Rose Tower, yang juga diklaim sebagai hotel dan apartemen tertinggi di dunia. Ya, dengan ketinggian sekitar 333 meter, ini berarti The Rose Tower resmi mengalahkan hotel Burj Al-Arab---juga berlokasi di Dubai---sebagai hotel tertinggi dunia, dengan ketinggian 321 meter.
The Rose Tower dikembangkan oleh Bonyan International Investment Group, sebuah grup real estate terkemuka di UEA, dengan pelbagai fitur seperti akomodasi dan restoran mewah, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.
Jika The Rose Tower siap dipasarkan dan dapat dinikmati dalam waktu dekat, maka The Luxury Strata Tower, gedung apartemen mewah setinggi 40 tingkat dan berlokasi di tepi pantai Al Raha, masih dalam proses pembuatan. Diperkirakan, bangunan ini akan rampung pada awal tahun 2011, dengan ketinggian sekitar 160 meter. Bangunan Strata didesain oleh duo Hani Rashid dan Lise Anne Couture dari Asymptote, New York, dengan bantuan teknologi komputer untuk mendesain bentuk bangunan yang berkelok.
Bangunan lain di kota Dubai, yang tak kalah eloknya adalah Burj Al Taqa atau Energy Tower setinggi 333 meter. Bangunan ini diberi nama Energy Tower atau menara energi, karena dapat mengolah energi yang dihasilkand dari sinar matahari dan udara. Burj Al Taqa dibangun dengan mengikuti prinsip-prinsip yang digunakan pada arsitektur Arab tradisional, yakni dapat mengolah angin panas menjadi sejuk, untuk menyegarkan penghuninya. Dengan prinsip ini, Burj Al Taqa dapat menjaga suhu dalam bangunan tetap rendah---tanpa bantuan AC---dan menghemat 40% kebutuhan listrik.
Bagian luar dan dalam, dilengkapi beberapa taman gantung, untuk menjamin kesegaran dan kebersihan udara yang mengalir di dalam dan sekitar menara ini. Sedangkan, 100% kebutuhan energinya, didapatnya dari pengolahan angin dan sinar matahari. Dengan cara membuat angin panas terangkat ke udara, yang digunakan untuk memutar kincir angin–kincir angin yang diletakkan secara vertikal dalam bangunan, untuk menghasilkan energi bagi bangunan. Di bagian puncak, diletakkan alat untuk menangkap energi matahari, yang sekaligus dapat mendeteksi posisi matahari, untuk mengoptimalkan penangkapan sinar matahari dan pengolahan angin.


