Salt Lake City, Kesombongan yang Mematikan
Kebanyakan rakyat Amerika Serikat (AS) menilai bahwa kesombongan adalah dosa yang mematikan, khususnya bagi mereka yang membangga-banggakan kecantikan fisiknya. Sebab, kebanyakan pesona fisik itu didapatkan dari sentuhan dokter bedah alias melalui operasi plasik. Operasi itu sendiri baik besar atau kecil berisiko fatal yakni dapat menghilangkan nyawa pasien yang bersangkutan.
Warga AS kebanyakan pernah merasakan dinginnya meja bedah di ruang operasi. Ada yang sekadar menghilangkan kerutan atau guratan di bagian wajah maupun tubuh, meratakan perut, memperbesar payudara atau bokong, dan memancungkan hidung. Bahkan, ada juga yang mengubah secara radikal penampilannya, seperti yang ditunjukkan dalam program televisi reality show bertajuk Swan. Melalui program ini, kaum wanita yang merasa tidak puas dengan penampilannya, bisa 100% mengubah tampilan wajah maupun tubuhnya melalui operasi dan terlihat sama sekali berbeda!
Donda West, ibu dari rapper Kanye West, tewas pada tahun 2007 di sebuah rumah sakit Los Angeles, usai menjalani bedah kosmetik. Ini diamini oleh Dr Foad Nahai, Presiden Lembaga Amerika untuk Pembedahan Platik Estetik, mengkhususkan diri dalam bedah plastik kosmetik, “Tidak ada pembedahan tanpa risiko,” katanya.
Sedangkan sepanjang tahun 2006, warga AS telah
menghabiskan lebih dari 11,5 juta dolar AS untuk bedah kosmetik, naik 48% dari
tahun 2000, berdasarkan data American
Society of Plastic Surgeons. Penggunaan
injeksi Botox, di tahun 2006, melejit hingga 420%, implantasi payudara dan
bibir, masing-masing meningkat hingga 55% dan 59%.
Ini berarti, Lebih dari 1,8 juta prosedur bedah kosmetik dilakukan di AS pada 2006, dengan permintaan pembesaran payudara (329.000 orang), merapikan hidung (307000 orang), sedot lemak (303.000 orang), bedah kelopak mata (233.000 orang) meratakan perut (146.000 orang), dan penyuntikan anti keriput pada bokong (6.800 orang).
Kota Salt Lake, dinobatkan sebagai kota yang paling berdosa karena kesombongan, berdasarkan lansiran situs Forbes. Penduduk di kota itu, menurut situs Forbes, paling gemar mengutak-utik penampilannya melalui bedah kosmetik: enam per 100.000 penduduk Salt Lake City pernah dioperasi plastik. Sedangkan Kota New York, hanya berada di urutan kedua, meski memiliki 591 ahli bedah plastik, hanya duduk di perangkat kedua. Sebab, hanya 4 orang per 100.000 penduduk New York, yang menyambangi ahli bedah plastik.
Bedah kosmetik masih menjadi sesuatu yang tabu di era 1980-an. Kini, hampir tiap orang membicarakan hal itu, seiring dengan maraknya selebritas Hollywood yang tertangkap basah maupun yang ketahuan belakangan, melakukan bedah kosmetik. Meski demikian, menurut Dr Richard D’Amico, presiden American Society of Plastic Surgeons, tidak semua dokter bedah di AS layak melakukan prosedur bedah kosmetik.
“Jadi, para ahli ginekologis, dokter pribadi, dokter bedah dan lain-lain, memasuki bidang ini dengan keahlian yang minim---bahkan hanya berbekal kursus pelatihan sepekan, karena tergiur oleh uang,” ujar Richard, “Ini mencemaskan saya,” pungkasnya.
Di dunia, kecantikan fisik memang dipandang penting, tapi tidak demikian dengan Tuhan yang memandang jauh ke dalam hati, “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Samuel 16:7).

