Save Me From Myself
Album Save Me From Myself yang diproduksi Driven Music Group. adalah proyek solo dari mantan gitaris Korn, Brian “Head” Welch. Meski mengusung album rohani, Brian tak mengubah penampilannya menjadi semanis malaikat. Ia tetap setia dengan tampilan rambut yang berantakan, dan tato di sekujur tubuh, khas seorang musisi beraliran cadas.
Rangkaian lagu dari album ini, menurut Brian, berkisah mengenai kecanduan Brian terhadap obat-obatan, keputusannya untuk hengkang dari Korn, dan imannya yang bertumbuh secara radikal terhadap Yesus Kristus, “Aku menulis lagu-lagu di album tersebut saat tengah bermasalah dengan kecanduan terhadap obat bius, dan persoalan lainnya. Kini, aku adalah seorang manusia baru,” aku Brian. “Aku tidak lagi menggambarkan pria dalam album tersebut, tapi senang rasanya dapat bernyanyi mengenai kecanduan obat dan bagaimana dapat melepaskan diri dari ketergantungan itu,” katanya lagi.
Brian memutuskan untuk merilis album ini, karena ia merasa Tuhan memberinya kekuatan untuk menceritakan kisahnya kepada orang lain. Melalui kesaksiannya, Brian percaya bahwa ini akan memberikan harapan bagi orang-orang yang menghadapi masalah serupa.
Beberapa lagu dari album Save From Myself, termasuk lagu LOVE, Re-Bel, dan Money, ditulis berdasarkan kisah nyata Brian, termasuk keputusannya untuk keluar dari Korn. Dituturkan Brian, selama bergabung dengan grup musik cadas tersebut, Brian hanya dapat bermain gitar dan tidak bisa melakukan yang lain, “Padahal aku ingin belajar bernyanyi, dan lain-lain, tapi aku tidak bisa karena aku terlalu sibuk minum-minum, mengkonsumsi obat, dan hanya memainkan musik rock & roll selama bertahun-tahun,” kenang Brian dengan nada getir.
Suatu ketika, Brian tersadar, ketika ia secara tiba-tiba merasa hatinya dibanjiri dengan kasih Tuhan. Ia juga membuat ia percaya bahwa Tuhan dapat menggunakannya untuk menyaksikan kasihNya, melalui talentanya bermain musik.
Selama ini, Brian merasa bahwa ia bermain musik hanya untuk menyenangkan industri musik dan membesarkan band tempat ia bergabung. Akibatnya, meski telah meraup keberhasilan dan kesuksesan, Brian kerap merasa ada yang kosong dalam hidupnya. Ia bahkan pernah merasa di ambang kematian, “Pada waktu aku masih bergabung dengan Korn, segera sesudah bangun aku akan mengkonsumsi bir. Sekarang, sesudah bangun, aku akan berdoa dan dan membaca Alkitab. Memulai hari bersama Tuhan,” jelas Brian, yang merasa jauh lebih nge-rock dibandingkan dahulu, karena ia merasa jauh lebih sehat dan bertenaga, serta penuh kuasa dari Tuhan. “Saya tetap orang yang sama, tapi saya melakukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya,” imbuhnya.
Single dari album tersebut yang bertajuk Flush, awal juli kemarin bisa didengarkan secara eksklusif melalui iTunes, dan video klipnya akan segera tayang di televisi. Menurut Brian, single ini adalah cara yang baik untuk kembali ke jagad musik, karena bercerita mengenai awal baru yang segar, setelah membuang segala sesuatu yang sia-sia dalam kehidupan. “Semua drama kehidupan yang pernah saya alami, yang berhubungan dengan alkohol dan obat-obat terlarang, adalah sebuah kegilaan. Saya bersyukur tidak tewas karenanya, dan melalui itu bisa menulis lagu seperti Flush,” pungkasnya.

