Wanita Berusia Lanjut Cari Calon Suami
Seorang perempuan Beijing, yang di masa mudanya takut untuk menikah, akhirnya di usia yang ke-107 memutuskan untuk mencari suami dan berharap dapat menemukan pasangan jiwa yang juga berusia lebih dari 100 tahun untuk berbicara mengenai apa saja, seperti yang dilansir MSNBC dari sebuah harian China.
Wang Guiying, nama perempuan lansia itu, khawatir di usianya yang kian lanjut, ia akan menadi beban bagi para keponakannya. Kekhawatiran ini bermula saat di usia ke-102, Guiying mengalami patah tulang di bagian kaki, sehingga tak bisa lagi melakukan pekerjaan ringan seperti mencuci pakaiannya sendiri.
“Usia saya sudah 107 tahun, dan belum pernah bernikah,” ujar Wang kepada Chongqing Commercial Times, “Apa yang akan terjadi apabila saya tidak buru-buru mencari suami?”
Wang lahir di selatan Guizhou. Anak seorang pedagang garam ini mengalami trauma saat menyaksikan pamannya dan seorang laki-laki lain berperangai kasar kerap memukuli isteri mereka. Ia juga sering menemukan bibinya menangis di sebuah gudang tempat penganiayaan kayu usai dianiaya oleh sang suami.
“Waktu itu, semua orang di sekitar saya yang telah menikah, menjalani hidup seperti itu. Akibatnya, pikiran untuk menikah terlalu menakutkan bagi saya,” kenang Wang, yang hidup di era di mana kaum wanita China memiliki derajat sosial yang rendah dan hanya memiliki sedikit hak. Juga, tidak sedikit kaum wanita China di masa itu yang harus membebat kakinya dalam sebuah proses yang menyakitkan, agar terlihat cantik dan siap menikah.
Setelah kedua orang tua dan kakak perempuannya meninggal, Wang masih malu untuk menikah. Malahan, Wang memutuskan untuk pindah ke daerah pedesaan dan hidup sebagai petani hingga usianya mencapai 74 tahun, dan tidak lagi memilki tenaga untuk bekerja di lading.
Keponakan Wang yang tinggal di Chongqing, lalu meminta Wang untuk tinggal bersama mereka. Belakangan, Wang khawatir bahwa keponakannya yang berusia 60 tahun, akan menjadi terlalu tua untuk merawatnya sekarang.
“Kemenakan-kemenakan saya semakin bertambah tua, dan anak-akan mereka sudah repot dengan keluarga mereka masing-masing, dan saya makin lama akan menambah beban mereka,” aku Wang.
Sementara itu, departemen sosial setempat menyatakan bahwa mereka dengan senang hati akan menolong Wang untuk mencari calon mempelai pria berusia 100 tahun. Mereka juga menyarankan keluarga Wang untuk berhubungan dengan orang-orang lansia di kampung mereka, guna mencari calon pengantin.

