Katakan cinta dengan rokok?
Bayangkan bagimana hancurnya hati seorang ibu, mempunyai anak perempuan yang masih berusia belia, gemar mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, menggunakan obat bius, bahkan berhubungan badan. Anehnya, alih-alih merasa prihatin dengan kelakukan buruk sang putri---Sam Holt, 13 tahun---sang ibu, Sam Holt, 43 tahun, justru mengganggap perilaku anaknya tersebut menggemaskan. What a shocker!
Menurut Tracy, kegemaran Sam yang tidak lazim ini, ia manfaatkan untuk mengendalikan putrinya, “Saya kerap memberikan sebungkus rokok, apabila Sam besikap manis,” aku Tracy. Sebab, Sam nyaris tidak pernah menunjukan perilaku yang menyenangkan selama di rumah.
Tak hanya dengan sukarela memberikan sebungkus rokok, Tracy juga dengan senang hati mengijinkan putrinya mengkonsumsi dua kaleng minuman beralkohol ukuran besar, tiap malamnya, “Saya bersyukur, meski Sam gemar mengkonsumsi minuman keras, ia tidak sampai mabuk-mabukkan,” kata Tracy.
Kisah unik tapi nyata ini disajikan oleh majalah Closer, yang menceritakan Tracy sebagai orangtua tunggal tanpa pekerjaan. Selain Sam, Tracy memiliki dua anak yang sudah dewasa. Tak jelas apakah pola pengasuhan yang menyimpang ini juga ia terapkan kepada dua anak lainnya, yang pasti Tracy tidak pernah memberikan hukuman terhadap kelakuan buruk Sam.
“Saya melihat tidak ada gunanya memberikan hukuman terhadap Sam,” akunya, “sebab jika saya menghukumnya, ini sama dengan menghukum diri saya sendiri, karena saya harus menghabiskan sebagian besar waktu dengan Sam di rumah. Padahal, saya tidak akur dengannya. Oleh sebab itu, saya lebih baik memberinya rokok, agar dia bisa bertingkah sopan,” Tracy menjelaskan.
Ditambahkan Tracy, jika Sam tetap bersikukuh dengan kelakuannya yang menyebalkan, maka Tracy tak akan memberikan rokok. Sebaliknya, “Saya akan membiarkan dia bermain ke luar dengan senyuman lebar di wajahnya, dan tentu saja sebatang rokok di bibirnya,” tutur Tracy yang menilai itu sebagai sesuatu yang lucu. Ya, Sam memang menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah. Ia kerap nongkrong di jalanan, merokok, minum, dan menghisap ganja bersama teman-temannya.
Menurut Tracy, cara tersebut rupanya ampuh sedikit meredakan sisi liar dari Sam---ia pernah dihukum di sekolah selama 40 kali---sebab, ada kemungkinan Sam akan melakukan hal yang lebih buruk dari itu. Lagipula, Tracy berpendapat bahwa kelak semua orang akan meninggal, cepat atau lambat, “Sampai sekarang saya tidak mengidap kanker, padahal saya seorang perokok. Jadi, saya mengira Sam akan baik-baik saja, meski dia juag merokok,” terangnya.
Dalam sehari, Tracy bisa menghabiskan sekitar 20 batang rokok. Sementara Sam, puas dengan kisaran 15 batang rokok per hari, “Jika ibu menyuruh saya membersihkan kamar tidur, saya akan menolaknya. Tapi, jika ia menawarkan saya rokok, dengan senang hati saya akan menuruti perintahnya!” tegas Sam.
Apakah Anda pikir ketidakwarasan Tracy sebagai seorang ibu, cukup sampai di situ? Nope! Pasalnya, Tracy mengaku bahwa ia memutuskan untuk tidak marah saat tahu bahwa putrinya telah kehilangan keperawanan di usia 12, dan malah menasihati Sam untuk menggunakan alat kontrasepsi tiap berhubungan badan.
“Saya membawanya ke dokter, sehari setelah ia mengaku bahwa ia sudah berhubungan badan, untuk mendapatkan pil kontrasepsi. Saya juga menyarankannya menggunakan kondom tiap berhubungan badan,” tutur Tracy yang mengaku tidak khawatir dengan pola free sex putrinya, “lagipula, hubungan mereka sudah berjalan beberapa minggu. Jadi ini bukan sekadar hubungan one night stand.” Ada-ada saja!

