Membesut situs, Menguak kasus
Dalam film I Know Who Killed Me, Dakota Moss berhasil menemukan pelaku pembunuhan saudara kembarnya. Setali tiga uang dengan kisah Daniel Grainger, remaja asal Inggris, yang merancang situs whokilledmymum.com demi membekuk pembunuh ibunya, Patricia.
Syahdan, Daniel masih berusia lima tahun saat ibunya tewas mengenaskan. Dan tak ada satupun kenangan dari tragedi itu yang membekas di benak Daniel. Belakangan, tepatnya 11 tahun kemudian, Daniel meluncurkan situs tersebut. Tak dinyana, situs itu menjadi kunci keberhasilan Kepolisian South Yorkshire meringkus dua pria yang diduga bertanggungjawab atas pembunuhan itu.
“Saya harap seseorang di luar sana dapat membantu mengungkapkan kasus kematian ibu, dan membantunya agar dapat beristirahat dengan tenang, sehingga saya dan keluarga dapat melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya,” Daniel mengungkapkan alasan di balik pembuatan situs yang menghebohkan itu.
Ya, Daniel yakin bahwa maraknya kasus pembunuhan yang terungkap karena teknolgi DNA, dapat juga diterapkan pada kasus ibunya, sebab, “Selama 11 tahun tidak ada kemajuan apa-apa dalam penangan kasus ibu,” kenangnya. Padahal, Patricia dibunuh dengan kondisi mengerikan: diperkosa, dicekik, dan ditikam.
Sejak kisah Daniel dan situs whokilledmymum.com diulas di pelbagai media lokal dan nasional Inggris, 200 ribu pengunjung menyambangi situs tersebut, hingga pernah situs itu terpaksa dihentikan karena tidak mampu melayani banyaknya pengunjung.
Dalam situsnya, Daniel menyediakan fitur supaya pengunjung dapat menyampaikan pelbagai informasi terbaru mengenai kematian ibunya, “Saya rasa informasi-informasi penting dalam situs itu kemudian sampai ke telinga polisi,” kata Daniel. Selain itu, Daniel juga menaruh peta lokasi Patricia meregang nyawa dan pelbagai artikel yang memberitakan kejadian itu di tahun 1997.
Masih jelas dalam ingatan Daniel, betapa ia terharu saat mendengar kabar baik ihwal kematian ibunya, setelah 11 tahun berlalu, “Saya ingat bahwa pada waktu itu saya menangis, melihat polisi di mana-mana, dan gambarnya tertera di suratkabar,” terangnya.
Lantas, apakah Daniel menaruh dendam terhadap kedua tersangka yang berusia 50-an itu? “Saya ingin pembunuh ibuku diringkus, dan dipenjara sesuai dengan hukuman yang semestinya diterima," kata Daniel yang menolak untuk menaruh dendam, “Saya tidak ingin balas dendam, dan hanya ingin keadilan ditegakkan!” tandasnya.
Meski demikian Daniel tak memungkiri, bahwa ia menyesal karena para pembunuh itu telah merampas kesempatannya untuk lebih jauh mengenal Patricia, yang digambarkannya sebagai wanita dengan keterbelakangan mental ringan yang lembut hati, hingga tak berani menyakiti seekor lalat.

