Menyoal Gokart

Bisa jadi di dalam perusahaan Anda adalah seorang perencana keuangan yang unggul, tapi mungkin tidak demikian di dalam kehidupan pribadi Anda. Padahal, prinsip merencanakan keuangan perusahaan dan keuangan pribadi, nyaris tidak ada bedanya. Sumber keuangan perusahaan maupun pribadi, keduanya memiliki batas. Dan, dengan keterbatasan itu, Anda diharap mampu mencapai target atau sasaran yang ditetapkan manajemen perusahaan atau diri Anda sendiri, melalui strategi perencanaan.
Memang, mengelola keuangan di perusahaan relatif lebih mudah ketimbang mengelola keuangan untuk diri sendiri. Sebab, di dalam perusahaan, ada pelbagai faktor seperti sistem managemen yang ‘memaksa’ Anda untuk memenuhi strategi perencanaan yang sudah ditetapkan. Sedangkan, untuk diri sendiri, tidak ada yang memaksa Anda untuk menetapkan suatu perencanaan keuangan apalagi untuk mematuhinya! Seringkali, ketidaksiplinan untuk merencanakan dengan matang pengeluaran keuangan, membuat Anda terjebak dalam masalah fatal.
Ada beberapa kiat yang bisa Anda terapkan agar perencanaan keuangan Anda dapat berjalan baik, salah satunya dengan tidak terjebak di dalam utang kartu kredit. Sebab, utang kartu kredit tak hanya mengacaukan perencanaan keuangan Anda, tetapi juga sekaligus mengganggu ketenteraman jiwa Anda. Bayangkan, Anda memiliki utang yang dibebani bunga sebesar 40 persen pertahunnya, dan bunga itu bakal terus bertambah apabila Anda tidak segera melunasinya. Walhasil, benak Anda akan dipenuji dengan pemikiran kapan Anda akan terus menyelesaikan utang tersebut, atau bahkan ketakutan apabila Anda tidak dapat melunasinya.
Memang, kartu kredit memudahkan Anda untuk melakukan pelbagai transaksi keuangan. Dengan kartu kredit, Anda bisa menerapkan pembayaran dengan cara mengangsur, dan mendapatkan uang tunai melalui fasilitas ATM. Sekilas, cara mengangsur memang memberi keuntungan bagi Anda, karena Anda tidak perlu menggelontorkan sebagian besar uang Anda untuk mendapatkan suatu barang. Tapi, bunga yang dibebankan pada barang yang Anda beli dengan cara angsur, akan membuat harga barang tersebut jauh lebih mahal ketimbang Anda membelinya dengan lunas.
Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk mengambil uang tunai melalui ATM, maka Anda akan dikenakan fee pengambilan sebesar 30 hingga 40 ribu rupiah. Selain itu, bunga bulanan secara langsung akan berlaku, dan tidak ada masa tenggang atau grace period pada transaksi melalui ATM. Bunga yang dikenakan, juga lebih tinggi dari bunga biasa yang dibebankan dalam tagihan pembelanjaan biasa (jika bunga belanja mencapai 40% pertahun, maka bunga pengambilan uang tunai melalui ATM, dapat mencapai lebih dari 48%). Lebih baik gunakan kartu kredit untuk pembayaran tagihan atau belanja bulanan yang sudah dianggarkan. Sehingga, bila tagihan bulanan datang, Anda bisa segera melunasinya.
Kiat lainnya, jangan pernah tergoda dengan iming-iming program investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Sebab, ada banyak kasus di mana program semacam ini justu penipuan belaka. Akibanya, alih-alih mendapat untung, Anda malah mengalami buntung. Dan, perencanaan keuangan Anda pun tergoncang. Banyak anggapan untuk mencapai kesusksesan, terrgantung kemampuan Anda untuk menginvestasikan dalam jumlah besar dan kemampuan Anda untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Ini tidak benar, untuk mencapai kekayaan dalam arti keuangan, memerlukan waktu dan ketekunan. Salah satu cara dengan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan selama jangka waktu tertentu, untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Prinsip dasar dari investasi, semakin tinggi tingkat pengembalian suatu produk investasi, akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Jadi, pilih mana, jalan pintas dengan risiko besar, atau jalan panjang dengan hasil pasti?

