Antisipasi Perempuan Materialisme
“They can beg and they can plead
But they can't see the light, that's right
'Cause the boy with the cold hard cash
Is always Mister Right, 'cause we are
Living in a material world
And I am a material girl
You know that we are living in a material world
And I am a material girl”
Masih ingat dengan penggalan lagu di atas? Ini adalah potongan lagu “Material Girl” yang dipopulerkan Madonna pada tahun 1980-an ini, berkisah mengenai seorang perempuan yang tak keberatan dicintai lelaki manapun, asal lelaki itu mempunyai uang yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya. Sounds classic right?
Sejak jaman purbakala, lelaki dan perempuan sudah memiliki perannya masing-masing. Lelaki, bertugas untuk mencari uang---atau makanan bagi mereka yang hidup di jaman batu---dan memenuhi kebutuhan fisik setiap anggota keluarganya. Perempuan, mengelola uang atau makanan yang diperoleh dari pasangan mereka, dan memastikan semua anggota keluarga mendapatkan kebutuhannya.
Masing-masing fungsi tadi, hingga sekarang mewarnai peradaban hubungan lelaki dan perempuan. Inilah yang menjadi alasan logis di balik sifat materialisme seorang perempuan. Ya, meski banyak perempuan yang telah memasuki dunia kerja, mereka masih mewarisi sifat materialisme dari nenek moyang mereka, terutama saat mencari pasangan hidup. Mereka ingin mendapat jaminan, bahwa kelak calon pendamping mereka ini, tidak sekadar memenuhi kebutuhan batin, tapi juga lahir.
Dengan kata lain, jangan salahkan kalau mahkluk-makhluk indah ini memiliki sifat materialisme. Because they were born with materialism gene in their blood from their ancestor! Apalagi, berdasarkan penelitian rumahsakit Saint Thomas di London, Inggris, perempuan materialisme yang memilih untuk menikah dengan pria kaya, terbukti lebih sehat, panjang umur, dan sedikit terkena penyakit yang berhubungan dengan penuaan.
Kabar baiknya, kadar sifat materialisme mereka berbeda-beda. Artinya, Anda masih memiliki harapan untuk memiliki pasangan hidup yang tidak ‘terlalu’ materialisme. Sebab, ada juga beberapa perempuan yang cukup puas berkencan dengan membonceng sepeda motor Anda. Tapi, jangan coba-coba bersikap pelit saat mengajaknya berjalan-jalan di akhir pekan. Bisa jadi ia kapok untuk berkencan dengan Anda lagi.
Selain itu, meski teman kencan Anda mungkin memiliki penghasilan yang jauh lebih besar---dan hanya memiliki sedikit sifat materialisme---bukan berarti Anda bisa membiarkan dia membayar semua pengeluaran kalian selama berkencan. Sebagai perempuan, ia merasa tentu dihargai apabila Anda mau berkorban untuknya, dengan menyisihkan sedikit uang untuk mentraktirnya berkencan, atau memberikan dia hadiah-hadiah yang berkesan.
Banyak juga perempuan yang luluh---apapun kadar materialismenya---saat melihat seorang lelaki pekerja keras. Ini karena, gen materialisme di dalam tubuhnya akan memberi sinyal, bahwa seorang lelaki pekerja keras tentu akan berusaha keras juga untuk memberi kesejahteraan bagi anggota keluarganya.
ARTIKEL LAINNYA
- Menebar Keamanan di hari Natal
Polisi Daerah Lampung sejak hari ini telah menurunkan sniper untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2009
- Bagaimana memahami si dia
- Jika Pasangan Lebih Dewasa
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009

