Memperkenalkan si Kecil Pada Komputer
Saatnya ke sekolah, saatnya si kecil berkenalan dengan ‘kotak ajaib’ bernama komputer. Dan, meski putra Anda belum menggunakan komputer di play group tempat ia beraktivitas, tak ada salahnya Anda menuntunnya bagaimana menggunakan komputer dengan benar. Agar saat ia bersekolah nanti, paling tidak ia sudah selangkah lebih maju di dalam pengenalan komputer, dibanding teman-teman sebayanya, setuju?
Menurut penelitian The Clearinghouse on Early Education and Parenting (CEEP) bekerja sama dengan Universitas Illinois di Amerika Serikat, tentang penggunaan komputer oleh balita, disimpulkan bahwa di usia tersebut, anak-anak sudah dapat diperkenalkan pada komputer. Sebab, koordinasi tangan dan mata untuk menggerakkan mouse dan keterampilan memanfaatkan sebuah program komputer yang dimiliki mereka, cukup memadai.
Meski demikian, bagi si kecil, komputer bukanlah alat teknologi canggih yang dapat mempermudah belajar atau melakukan pekerjaan, melainkan sekadar mainan yang memberikan sejuta keasyikan. Itulah, sebelum Anda memperkenalkan berbagai program komputer yang sesuai dengan daya tangkap nalar si Kecil penting bagi Anda untuk menjelaskan pada si Kecil, bahwa komputer bukan alat permainan yang senantiasa bisa ia mainkan.
Sesudah anak menerima pemahaman tadi, jelaskan pada anak bahwa komputer dapat digunakan sebagai sarana belajar seperti mengenal huruf, membuat gambar dan mengenal warna, mewarnai gambar, atau memasang gambar. Itulah mengapa alih-alih menginstall pelbagai program mainan, lebih Anda memilih pogram komputer yang dapat merangsang fungsi motorik dan kognitif anak.
Jika anak Anda sudah lihai memanfaatkan komputer, jangan biarkan ia menatap layar komputer lebih dari 30 menit. Pasalnya, jika lebih dari itu, anak akan mengalami kelelahan mata karena kemampuan mata anak mengikuti arah kursor yang digerakkan angan, masih terbatas. Kalau pun si kecil tidak merasa lelah, ia harus diingatkan bahwa masih ada hal penting yang harus dikerjakan seperti makan dan istirahat. Ya, kelelahan dapat memicu kemarahan anak dan membuatnya rewel. Selai itu, jika anak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer, maka ia tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, yang tentu berbahaya bagi perkembangan kejiwaannya.

