Anakku Pemalu
Ibu, memiliki anak yang cenderung pemalu memang merisaukan hati. Sebab, jika sifat ini terus dipelihara, ada kemungkinan anaksulit bersosialisasi dan terhambat perkembangannya.
Perlu Ibu ketahui, tidak semua karakter pemalu merupakan pembawaan si kecil, sejak lahir, dan terlihat jelas saat anak memasuki usia balita. Tapi, ada juga sifat pemalu yang dipicu oleh rasa minder atau rendah diri karena bentukan sosial.
Jika si kecil memiliki pembawaan pemalu sejak lahir, lambat laun sifat ini akan berkurang seiring dengan pertumbuhannya, meski tak bisa hilang seluruhnya. Tapi, jika si kecil malu karena rendah diri, sebagai orang tua Anda harus mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan si kecil berlaku bak putri malu.
Untuk itu Anda harus memperhatikan di mana si kecil sering merasa malu, apakah di sekolah, di lingkungan rumah, atau bahkan di hampir semua kesempatan di luar rumah. Sering anak merasa malu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan saat berhadapan dengan orang atau lingkungan asing. Oleh sebab itu, berikan contoh perilaku yang baik saat bersosialisasi seperti memulai ucapan salam dan menjabat tangan saat bertemu dengan orang lain termasuk mengakhirinya dengan ucapan permisi dan memperkenalkannya dengan si kecil jika ia tidak tidak mengenal mereka.
Anda dapat mengundang kerabat atau teman bermain seusia anak, untuk menunjukkan cara kepada buah hati bagaimana cara bersosialisasi. Kesempatan itu juga bisa Anda gunakan untuk mengajar anak berani mengambil resiko. Ini karena anakl yang pemalu ummnya mudah merasa cemas, takut salah, takut ditertawakan, takut menyinggung orang lain dan lain-lain. Ajarkan anak untuk tidak terlalu mencemaskan hal-hal tersebut, selama tidak merugikan dirinya dan orang lain.
Menghadapi si kecil yang pemalu memang membutuhkan ketahanan dan kesabaran. Sebab, anak pemalu cepat mengambil kesimpulan yang kadang digeneralisir. Misal, jika ia tidak meminati sebuah permainan alat musik, maka ia akan menganggap dirinya berbakat dalam musik.
Ibu harus menumbuhkan rasa percaya diri si kecil yang pemalu dengan memberikan rasa nyaman, dan menghargai dirinya sebagaimana adanya, lantaran anak pemalu sangat sensitif dan mudah putus asa.

