How To Handle A Down Syndrome Kid
Setiap orang tua pasti rindu memiliki anak-anak yang tidak hanya sehat secara fisik tapi juga pintar, dan bisa dibanggakan. Namun, tidak semua harapan tersebut dapat menjadi kenyataan. Sebagian kecil orang tua, memiliki anak yang sejak lahir telah memiliki kelainan, yang terjadi karena selama masa kehamilan, kondisi kesehatan ibu secara fisik dan atau psikologis kurang terjaga. Dan ini mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan janin dalam perut ibu. Penyebab lain seringkali juga tidak diketahui dengan pasti, sehingga terjadi di luar jangkauan kemampuan manusia untuk mencegahnya.
Down syndrome merupakan salah satu kelainan bawaan, yang terjadi karena kelainan kromosom pada saat kehamilan berlangsung. Selain terlihat dari penampilan fisik dengan ciri-ciri tertentu seperti moon face, juga disertai dengan keterbelakangan mental, dengan taraf berat, sedang atau ringan. Dengan keterbatasannya tersebut, sulit mengharapkan anak penyandang down syndrome tumbuh dan berkembang layaknya anak normal.
Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor bawaan dan llingkungan. Faktor lingkungan berupa stimulasi dalam bentuk nutrisi, pengalaman, dan latihan berupa pengajaran dan pendidikan yang diberikan di rumah, sekolah, dan masyarakat untuk membantu mengaktualisasikan potensi yang dimiliki sejak lahir. Sedangkan faktor bawaan yakni berupa fisik dan kecerdasan memiliki batas. Sehingga meski telah dirangsang dengan pelbagai stimulasi, tidak akan melebihi potensi yang ia punya sejak lahir. Tapi jika kurang distimulasi, maka potensi itu akan teraktualisasi dengan maksimal.
Ibu, jika anak Anda menyandang down syndrome, jangan paksa dia untuk berkembang seperti anak normal lainnya. Anda tahu bahwa itu muskil terjadi, dan Anda bisa stres apabila Anda memaksakan kehendak Anda, begitu pula dengan si kecil. Tapi, jangan menganggap bahwa anak Anda sama sekali perlu diberikan stimulasi karena sama sekali tidak memiliki kemampuan apa pun.
Ya, Anak dengan cacat bawaan tetap memerlukan stimulasi yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhannya, termasuk menyekolahkan dia di tempat khusus. Mengapa? Bila anak berkelainan ditempatkan di sekolah normal, berarti ia dituntut untuk melakukan tugas-tugas yang di atas kemampuannya. Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan baik dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi. Tak jarang, anak akan merasa rendah diri, malu, takut, dan stres karena ia ‘berbeda’ dari lainnya. Bahkan, bisa saja ia dicap sebagai ‘pengganggu’ di lingkungannya.
Dampak negatif lainnya, ia akan kehilangan waktu dan energi untuk merangsang potensi dalam dirinya yang masih bisa dikembangkan. Orang tua tentu turut merasa stres saat anak uring-uringan. Untuk itu, Anda perlu bersikap, berpikir, dan bertindak rasional, menerima kenyataan dengan rasa syukur. Kembangkan sikap positif dengan mempercayai ada rancangan Tuhan yang baik, melalui cacat tetap yang disandang anak Anda.
Orang tua juga perlu mengetahui keadaan anaknya dengan baik, termasuk mengetahui persis batasan-batasan yang dimiliki anak, dan potensi apa yang masih bisa dikembangkan dari si kecil. Dengan demikian, orang tua bisa mencari dan melakukan upaya yang tepat sesuai kebutuhan, agar perkembangan anak menjadi optimal. Sadarilah bahwa anak adalah berkat yang luar biasa bagi setiap orang tua.

