Saat Si Mungil Bermasalah
Senangnya saat menimang si jabang bayi, perjuangan panjang saat mengandung dan melahirkan, terbayar sudah saat memandang si buah hati dalam pelukan. Terkadang, kesenangan itu sontak berganti menjadi kecemasan, saat si mungil tiba-tiba menunjukkan gejala yang aneh. Misalnya tidur terus-menerus selama 16 hingga 18 jam sehari, atau tiba-tiba muncul jerawat di bagian tubuhnya. Sebagai ibu baru wajar jika Anda merasa cemas melihat pelbagai ‘penyimpangan’ di tubuh buah hati Anda. Well, tak perlu khawatir, kami akan menjabarkan apa saja ‘keanehan’ yang biasa ditunjukkan si kecil di hari-hari pertama kehidupannya.
Anda mungkin merasa heran mengapa si mungil lebih sering tertidur ketimbang tersadar. Dalam 24 jam, terkadang ia hanya terjaga selama empat jam, selebihnya ia menghilang ke dunia mimpi. Ibu, ini wajar, karena bayi belum memiliki pola tidur yang teratur.
Bayi sakit atau tidak, bisa Anda cek dari kotorannya. Ya, jika ia sehat meski sedang tidur maka popoknya akan ternoda enam hingga delapan kali dalam sehari. Gejala lainnya, jika bayi tidur lebih dari enam atau delapan jam, sulit dibangunkan, tidak mau makan atau menghisap susu dari puting atau botol, dan memiliki suhu badan di bawah 36 derajat C, atau di atas 38 derajat C, ini berarti ‘lampu merah’ untuk buah hati Anda.
Bayi kerap menangis di awal kehidupannya, itu wajar, Anda tidak perlu risau. Ini karena bayi sering mengalami gastro esophageal reflux, yakni masuknya isi lambung ke dalam kerongkongan yang terasa menyakitkan. Pasalnya, setiap dua hingga tiga jam bayi akan mengkonsumsi susu, sedangkan gestur tubuhnya tidak memungkinkan untuk melakukan yang lain kecuali berbaring. Untuk mengatasinya, Anda dapat meninggikan posisi kepala bayi sekitar 30 derajat. Selain menangis, untuk menghilangkan rasa tidak nyaman di kerongkongannya, bayi juga sering meludah. Anda dapat bertindak apabila tangisan bayi semakin menjadi, atau ia terlampau sering meludah.
Saat sedang memandikan si mungil, Anda mungkin heran melihat rona kemerahan di ujung tali pusarnya. Merah ini bukan pertanda iritasi dan lambat laun akan berubah warna menjadi hitam. Tanda-tanda pusar bayi terinfeksi yakni apabila terdapat nanah, atau ia memekik kesakitan saat Anda menyentuhnya di bagin pusar.
Selain pusar yang kemerahan, ‘keanehan’ lain dari bayi Anda, yakni munculnya jerawat-jerawat kecil di bagian wajah, dada, perut, dan punggung. Tak perlu panik apalagi sampai membeli obat jerawat. Sebabnya, kulitnya tengah bereaksi dengan hormon bunda yang masuk ke dalam tubuhnya di minggu terakhir ia berada di dalam kandungan, dan di waktu yang sama ia sedang beradaptasi dengan perubahan lingkungan dari air ke udara. Jerawat menunjukkan gejala yang tidak apabila bentuknya lebih besar dari biasanya, melepuh, keluar nanah, dan mengeras, yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

