Atasi Mual Pada Masa hamil
Ibu, Anda tentu masih ingat masa-masa di awal kehamilan. Tatkala bangun di pagi hari, seketika rasa mual dan keinginan untuk muntah membuncah dari lambung Anda. Usai muntah dan membersihkan diri, Anda pun merias diri untuk melakukan kegiatan di hari itu. Tapi, apa daya, lagi-lagi keinginan muntah Anda tak terbendung. Dan, prosesi mual dan muntah ini, bisa terjadi berulang-ulang sepanjang hari itu.
Mual atau muntah pada awal-awal masa kehamilan, adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap calon ibu. Gejala yang juga disebut 'morning sickness' ini memang belum diketahui secara pasti penyebabnya oleh para ahli, tetapi kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti peningkatan hormon Human Chorionic Gonodotropin (hCG) secara cepat pada awal kehamilan, seiring perkembangan plasenta.
Kenaikan hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan juga dinyatakan sebagai salah satu penyebab mual. Di fase ini, rasa ingin muntah kerap timbul karena indera pengecap dan penciuman menjadi lebih sensitif. Karena itu, hindari ruangan panas yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan menyengat.
Mual dan muntah, biasanya terjadi pada usia kehamilan minggu ke-6 hingga minggu ke-10, dimana kadar hCG melonjak drastis. Gejalanya beragam, mulai dari yang ringan sampai dengan berat atau bahkan timbul komplikasi. Mual dan muntah ini relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, dan menurunnya kadar hCG setelah usia kehamilan 12 minggu.
Agar morning sickness ini tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin, sebenarnya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para ibu hamil untuk meringankan gejalanya. Salah satunya adalah mengonsumsi vitamin B6 dan jahe. Vitamin B6 atau Pyridoxine, dan jahe dengan kehangatannya yang memberikan rasa nyaman pada perut, dapat mengurangi rasa mual dan muntah saat hamil.
Anda juga juga dapat mengatasi rasa mual dan muntah dengan mengkonsumsi camilan segera sesudah bangun tidur, sebelum mengangkat kepala dari bantal. Sebabnya di pagi hari, ibu hamil memiliki kadar gula yang rendah, sehingga mudah merasa mual. Dan, karena unsur psikologis juga ditenggarai memicu rasa mual dan muntah, maka awalilah hari dengan kegiatan yang menyenangkan.
Saat sedang sikat gigi, jangan menggunakan pasta gigi terlalu banyak. Bila perlu, gunakan pasta gigi dengan rasa mint, untuk mengurangi rasa mual. Setelah itu, berkumurlah dengan air hangat. Selama menjalani hari, jangan biarkan perut Anda dalam keadaan kosong. Makanlah dengan porsi sedikit, tapi dengan intensitas yang tinggi. Ini karena peningkatan kadar asam lambung, merupakan salah satu penyebab utama rasa mual.
Perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti kentang atau kue-kue yang terbuat dari terigu, dalam jumlah sedikit namun sering. Kurangi makanan berlemak dan yang terbuat dari susu murni, keju, dan telur. Di waktu senggang, kunyahlah biskuit kering dan permen jahe, untuk mencegah rasa mual dan menjaga lambung tetap muntah. Jangan lagi mengkonsumsi makanan yang dapat memancing muntah. Jangan sampai Anda kekurangan cairan. Karena itu, perbanyaklah asupan makanan yang berkadar air tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan.

