Back To Work

Jane menatap kalender dengan nanar. Tanggal yang tertera di kalender itu menunjukkan bahwa masa cuti semasa ia hamil dan melahirkan (maternity leave) akan segera berakhir. Dan ini berarti, ia harus meninggalkan buah hatinya, dan kembali memasuki dunia kerja profesional.
Bagi Jane, yang baru pertamakali mengalami fase ini, jelas ia merasa gamang, senewen, bahkan kebingungan. Beruntung bagi ibu yang memiliki seorang babysitter segera setelah bayi lahir. Tapi, bagaimana jika babysitter tak kunjung didapatkan, padahal waktu cuti akan segera berakhir?
Ibu---jika Anda mengalami ini---bisa memilih untuk memperpanjang masa cutinya, hingga menemukan pengasuh bayi yang cocok. Dan segera sesudah itu, kembali meneruskan karir atau bahkan memulainya di tempat yang baru. Tapi, Anda harus siap jika ternyata Anda harus kembali memulai atau bahkan meneruskan karir dari posisi nol.
Jika kedua opsi tadi tidak menarik hati Anda, bagaimana jika Anda membangun usaha sendiri saja? Dengan demikian, Anda memiliki keleluasaan untuk mengatur kapan Anda harus bekerja, dan kapan Anda harus bercengkerama dengan si mungil.
Tentu saja, dalam menentukan setiap keputusan, Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor; baik dalam aspek diri Anda sendiri, si kecil maupun keluarga. Berhenti begitu saja dari rutinitas kerja di kantor, juga bukan hal mudah bagi ibu baru. Anda akan kehilangan sumber pemasukan rutin keluarga. Dan, mungkin, Anda juga akan kehilangan berbagai hal yang dapat Anda peroleh selama ini dari suasana dan rekan kerja. Celakanya, ini bahkan dapat menjadi pemicu stres tersendiri.
Ingat, waktu terus berputar, dan Anda tidak memiliki banyak kesempatan untuk terus menimbang pilihan apa yang Anda ambil. Sebab itu, secepatnya saat Anda menemukan pengasuh yang cocok, segeralah mempersiapkan diri untuk kembali memasuki dunia kerja. Laporkan secara informal kepada atasan dan rekan kerja, dengan begitu pekerjaan yang selama ini diambil alih oleh mereka, dapat Anda lanjutkan.
Selain itu, Anda perlu tahu hal-hal penting yang telah diagendakan atasan untuk beberapa minggu ke depan, yaitu saat Anda kembali bekerja. Meskipun Anda telah lama bekerja dalam bidang dan kantor yang sama, penyesuaian mutlak Anda lakukan saat menjalani dua peran sekaligus.
Pastikan bahwa perusahaan tempat Anda bekerja, menyediakan waktu dan ruang bagi Anda untuk memompa dan menyimpan ASI. Dengan demikian, Anda tetap profesional, baik sebagai ibu maupun sebagai pekerja.
Hal termudah untuk mengantisipasi penyesuaian adalah pemetaan masalah. Cobalah merinci keperluan serta kebutuhan Anda sebagai ibu bekerja. Sebagai ibu, Anda juga perlu menetapkan secara detail kebutuhan bayi Anda, jadwal rutin bayi Anda, dan pada siapa Anda bisa mendelegasikan pengurusan dan pengasuhan si kecil selama Anda tak ada. Semua persiapan ini lebih baik Anda lakukan bersama pasangan. Tanggung jawab mengurus dan merawat bayi bukanlah tugas Anda sendiri, bukan? Menurut para pakar dan peneliti, keyakinan ibu baru untuk kembali bekerja sangat dipengaruhi oleh dukungan pasangan dan orang terdekatnya. Termasuk, tentu saja, pertimbangan dan persiapan yang matang.

