Sehari Bersama Si Kecil di Tempat Kerja
Tiap hari, sebelum Dinda berangkat kerja, ia harus berjibaku menenangkan si buah hati yang merengek-rengek minta ikut serta. Setali tiga uang, Dinda pun enggan untuk meninggalkan si kecil untuk mencari nafkah. Tapi apa lacur, tuntutan kebutuhan ekonomi membuat Dinda tak bisa sekadar ‘berkarir’ di rumah. Lingkungan kerja juga tak mengijinkan karyawan membawa buah hati mereka ke kantor. Walhasil, Dinda hanya bisa memendam dalam hati saat rasa rindu itu menyerang demikian hebat. Dan, jika Dinda maupun si kecil sudah tidak kuat lama-lama menahan rasa rindu, Dinda terpaksa menggunakan jatah cuti untuk si buah hati.
Ibu, tak ada salahnya membawa anak Anda ke tempat kerja terutama jika si kecil sedang berlibur agar ia mengenal seperti apa dunia kerja ayah dan bundanya. Jika kebijakan perusahaan tidak memperbolehkan karyawan membawa anak saat jam kerja, Anda bisa mengambil cuti dan menggunakan kesempatan itu untuk membawa si kecil ke kantor. Sebab, kunjungan singkat ke kantor Anda, ternyata bisa memberikan banyak manfaat bagi si kecil.
Ya, anak bisa melatih kepercayaan dirinya untuk berinteraksi dengan orang asing, khususnya dengan orang dewasa di luar dari keluarganya. Sebelum membawanya ke kantor, Anda bisa melatih dia bagaimana menyapa orang dewasa yang baru ditemuinya. Ini juga kesempatan baik bagi si kecil untuk mengenal ‘hirarki’ di kantor. Anda bisa mengenalkannya pada pimpinan Anda, dan biarkan dia mengamati bagaimana Anda berinteraksi dengan pimpinan. Juga, bagaimana Anda berkomunikasi dengan anak buah atau petugas cleaning service.
Di kantor, anak tentu tidak bisa bertingkah seenaknya, karena ada pelbagai aset kantor yang tidak bisa dijadikan obyek ‘mainan’ oleh si kecil. Perkenalkan fungsi alat-alat kantor kepada anak, seperti komputer, printer, fax, mesin fotokopi, dan lain-lain. Biarkan anak mencoba kegunaan alat-alat kantor seperlunya asal jangan sampai menimbulkan huru-hara dan biarkan dia menyimpan hasil ‘kerjanya’ itu. Dengan demikian, anak bisa menambah perbendaharaan mana-nama benda yang ada di benaknya.
Perhadapkan juga si kecil pada ragam kegiatan kantor seperti rapat, presentasi, teleconference, briefing, dan lain-lain. Ini untuk memberi pengertian kepada anak mengapa ia tidak bisa ikut serta ‘menemani’ Anda di kantor, dan mengapa Anda seringkali tidak bisa menelepon atau menerima telepon dia lama-lama.
Si kecil juga bisa mempelajari aturan lain selain kebijakan yang ia pelajari di rumah. Jelaskan peraturan yang umum di kantor, seperti tidak boleh mengganggu ketenangan ‘penghuni’ kantor lainnya, atau tidak boleh menimbulkan keributan di ruangan. Selain melatih ‘kedewasaannya’, anak juga belajar untuk disiplin mentaati peraturan. Anak
Baik, kini Anda siap untuk membawa anak pergi ke kantor, jangan lupa untuk membawa pelbagai perlengkapan yang dibutuhkannya. Selain pakaian, siapkan juga mainan untuk membuat dia pun turut ‘sibuk’ selama di kantor. Bawalah mainan yang membuat si kecil bisa bermain sendiri tanpa partisipasi orang lain, dan pilihlah mainan yang tidak menimbulkan kebisingan atau menarik perhatian rekan kerja di kantor. Selain mainan, siapkan juga pelbagai camilan kegemarannya.
Membawa anak ke tempat kerja, tak ubahnya membawa dia pergi berpiknik. Artinya, Anda juga harus menyediakan alas tidur, seandainya anak sudah lelah bereksplorasi di kantor dan memutuskan untuk rehat sejenak. Penting untuk tetap menjaga kualitas kerja, meski si kecil sedang menghabiskan waktu bersama Anda.

