Sukses Kerja, Sukses Melaktasi II
Ibu, agar Anda dapat terus melaktasi sembari bekerja, Anda harus belajar bagaimana melaktasi dengan efektif dan efisien. Para pakar laktasi menyarankan agar Anda memerah dengan tangan ketimbang menggunakan pompa. Sebab, penggunaan tangan lebih efektif untuk mengosongkan payudara, selain itu Anda tak perlu merogoh kocek untuk mendapatkan ASI.
Untuk mengosongkan payudara secara sempurna, ketika memerah
ASI, mulailah dari payudara yang terakhir anda perah sebelumnya. Jadi, kalau
sebelumnya anda terakhir memerah payudara kanan, maka pada pemerahan berikutnya
mulailah dari payudara kanan lagi.
Sebelum mulai memerah, cucilah tangan Anda sampai bersih dengan menggunakan
sabun. Kemudian, tenangkan diri Anda---misal dengan memandangi foto si kecil di
meja kerja---agar ASI dapat keluar dengan lancar. Keluarkan sedikit ASI,
oleskan pada putting paudara, lalu mulailah memerah.
Jika pekerjaan Anda tidak mungkin Anda berlama-lama memerah
ASI secara manual, Anda bisa menggunakan pompa. Ya, karena pompa langsung
menyambung dengan botol penampung, selain menghemat waktu, maka tidak akan ASI
yang terbuang. Tapi kekurangannya, pompa ASI tidak dapat benar-benar
mengosongkan payudara. Untuk itu setiap selesai memompa, Anda dianjurkan
memerah dengan tangan untuk mengeluarkan sisa ASI yang masih ada di kedua
payudara anda.
Umumnya saat Anda tengah melaktasi, maka payudara yang satu lagi juga akan menteskan ASI. Anda dapat menampung ASI yang tertumpah itu dengan menggunakan wadah yang bermulut lebar seperti mug atau gelas. Hasil beberapa kali sesi pemerahan dapat disatukan, asalkan jarak antar sesi tersebut tidak lebih dari 24 jam. Setelah sampai di rumah, segera bagi ASI ke dalam wadah-wadah yang lebih kecil.
Jika kantor Anda memiliki fasilitas lemari es, tak ada salahnya Anda menyimpan ASI di bagian dalam lemari es, bukan di bagian rak yang menempel di pintu. Sebab, pintu lemari es yang sering dibuka-tutup, akan menyebabkan suhu di bagian tersebut tidak stabil. Jangan lupa untuk mencantumkan tanggal dan jam pemerahan pada setiap wadah ASI. Ini karena lemari es di kantor adalah ‘milik’ bersama, oleh sbab itu pastikan juga anda menuliskan nama anda pada wadah ASI anda.
Apabila di kantor Anda tidak tersedia lemari es, atau tidak ada lemari es yang dapat Anda gunakan untuk menyimpan ASI, simpan saja ASI perah anda dalam tas ASI. Untuk menjaga suhu ASI perah, Anda dapat menggunakan es batu dari warung. Hanya jika Anda menggunakan es batu, Anda harus rajin mengganti dengan es yang baru sebelum es yang lama mencair, yakni setiap 1 atau 2 jam sekali, tergantung suhu ruangan dan kemampuan tas ASI Anda untuk menahan dingin.

