Sukses Kerja Sukses Melaktasi
Tidak mudah bagi Anna untuk kembali ke bekerja sedangkan si kecil masih membutuhkan air susu eksklusif (ASI). Walhasil, Anna terpaksa memanfaatkan waktu senggang di kantor untuk mengeluarkan, mengumpulkan, dan menyimpan ASI alias laktasi. Awalnya tidak mudah bagi Anna melakukan kegiatan laktasi di kantornya. Ini karena kantor tempat Anna bekerja, tidak memiliki ruangan tambahan untuk kegiatan itu. Akibatnya, Anna terpaksa melakukan laktasi di tempat tertutup seperti toilet, dan jika terpaksa---yakni saat tugas kerja sedang menumpuk---di cubicle tempat kerjanya. Lantas, bagaimana Anna bisa sukses melaktasi dengan kondisi demikian?
Saat melaktasi di tempat yang dilalui orang banyak, Anna akan mengenakan lapisan kembem di luar bajunya, seperti yang dikenakan di salon-salon. Dengan demikian, orang-orang yang berlalu-lalang di sekeliling Anna, tidak bisa melihat ‘aktivitas’ apa yang sedang terjadi di balik kembem tersebut.
Untuk memperlancar laktasi di dalam kantor, Anna juga menyediakan wadah ASI yang terbuat dai bahan non-toksik. Selain itu, wadah tersebut juga bisa ditutup rapat dan tahan panas, karena perlu disterilkan. Beberapa wadah ASI yang direkomendasikan oleh Lalecheleague, organisasi laktasi internasional, yakni yang terbuat dari botol beling/kaca/gelas, botol plastik keruh (polypropylene), dan botol plastik bening (polycarbonate). Sangat disarankan untuk menggunakan botol berbahan kaca, karena selain tahan panas juga mudah dibersihkan dari lemak susu. Jika terpaksa menggunakan botol berbahan plastik, jangan pilih yang berwarna. Sebab, warna bisa luntur saat botol tersebut dipanaskan.
Untuk menampung wadah dan alat pompa ASI, Anna tentu membutuhkan tas atau container khusus. Ini karena Anna juga harus menyertakan bahan pendingin di dalam tas itu, untuk mendinginkan ASI yang disimpan. Salah satu bahan pendingin yang praktis: blue ice, jel pendingin yang dilapisi plastik anti bocor. Sebelum memanfaatkan jel ini, letakkan blue ice dalam freezer selama beberapa jam. Tas ASI yang baik biasanya memiliki sudah memiliki fitur blue ice, jadi Anda tak perlu membelinya lagi.
Sebelum Anda melaktasi, wadah dan pompa harus disterilkan terlebih dulu. Pastikan Anda melakukan strerilisasi di rumah sebelum pergi ke kantor. Khusus untuk wadah ASI, jangan hanya mensterilkan dan membawa satu wadah saja, melainkan bawalah sebanyak yang Anda butuhkan untuk menyimpan ASI. Usai memompa, segera cuci bersih-bersih bagian pompa yang terkena langsung dengan ASI dan keringkan. Sebelum kembali memompa, rendam terlebih dulu bagian pompa dengan air panas selama sepuluh menit. Untuk praktisnya, air panas bisa Anda dapatkan dari water dispenser, atau teko rebus yang simple.
Selama menyusui, seringkali ASI merembes dari puting payudara. Ibu, ini berarti selama bekerja Anda wajib mengenakan breast pads, untuk menyerap ASI yang keluar. Jika tidak, baju kerja Anda akan basah terkena rembesan ASI. Karena harga breast pad yang lumayan menguras kocek, Anda bisa memanfaatkan sisa popok kain, atau jenis breast pad cuci ulang.

