Perayaan yang Berujung Kematian di Tahun baru

Di Bangkok, Thailand, perayaan pergantian tahun baru berujung bencana. Tujuh menit sebelum pergantian tahun (31/12), kobaran api membesar dan tak lama kemudian meluluhlantakkan sebuah klab malam, dan menewaskan 59 pengunjung serta melukai lebih dari 100 orang.
Menurut otoritas Thailand, seperti yang dilansir dari CNN, kebakaran hebat itu dipicu oleh ledakan kembang api yang terletak di dekat panggung, sebagai bagian dari pertunjukan klab. Kebanyakan korban tewas menderita gangguan pernafasan atau terinjak-injak di tengah-tengah kerusuhan massa yang berjibaku mencoba keluar dari gedung. Korban tidak hanya warga Thailand, tapi juga pendatang asing dari Australia, Belanda, Nepal, dan Jepang, menurut keterangan polisi setempat.
"Kami semua sedang berdansa, dan tiba-tiba ada kobaran api besar yang keluar dari depan panggung dan semua orang melarikan diri," kata seorang pengunjung klub, Oh Benyamas, kepada Reuters. Dikisahkan Oh, para pengunjung diberi kembang api beberapa saat menjelang tengah malam. Dan saat waktu mulai mendekati tahun 2009, kembang menyala di tempat dansa, dan memicu kebakaran besar. “Orang-orang mulai berlarian menuju pintu dan memecahkan kaca-kaca jendela,” kenangnya getir.
Usai api dipadamkan, banyak mayat ditemukan dalam keadaan hangus dan sulit dikenali, dan gedung itu musnah dilalap si jago merah. Bangunan yang kini telah menjadi reruntuhan itu berlokasi di wilayah perkantoran Kota Bangkok, tepatnya di Ekkamai, sebuah jalan yang terkenal dikunjungi orang asing dan warga Thailand kelas atas.
Kebanyakan tempat-tempat hiburan malam Bangkok dapat menampung lebih 1.000 tamu. Ini sering diprihatinkan, meski tidak ada laporan mengenai insiden keamanan tempat-tempat tersebut selama lima tahun terakhir.
Kejadian serupa tapi tak sama juga terjadi di Manila, Filipina: ledakan granat di tengah keramaian manusia yang sedanag merayakan pergantian tahun, telah melukai 22 orang.
Kapten Emmanuel Garcia, kepala satgas keamanan militer, menyatakan, seorang pria yang tidak dikenal melemparkan granat itu di keramaian di taman kota General Santos di Pulau Mindanao pada Rabu (31/12) malam.
Belum ada satu pihak pun yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden itu. Namun, ada kemungkinan serangan itu dilakukan oleh Moro Islamic Liberation Front (MILF).
ARTIKEL LAINNYA
- Ribuan Aparat berjaga di malam Tahun Baru
- Skandal susu bermelamin bisa berujung vonis mati
- Konflik Berkelanjutan Israel-Palestina
- Jalur Puncak ditutup menjelang Tahun Baru
- MUI Pertanyakan Obama
- Penerbangan ekstra dari Garuda Indonesia
- Sulitnya Mewujudkan perdamaian Israel-Palestina
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009
- Robinho I'll be home for Christmas

