Konflik Berkelanjutan Israel-Palestina

Tragedi Israel-Palestina yang berlangsung sejak Sabtu (27/12) kemarin menggambarkan pertarungan yang tidak seimbang. Betapa tidak, Hamas yang dibentuk untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina, baru didirikan pada tahun 1987. Bandingkan dengan Angkatan Pertahanan Israel, yang dibentuk pada tahun 1948, untuk melindungi penduduk Israel dan melawan segala bentuk terorisme yang mengancam kehidupan mereka.
Hamas---akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah, adalah gerakan dan partai politik Palestina berhaluan Islamis, yang secara ekstensif menjalankan program-program sosial, mendirikan rumah sakit, sarana pendidikan, perpustakaan, dan sarana-sarana lainnya di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Dilihat dari kekuatan militer, tentara Israel yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi, memiliki 176 ribu tentara aktif dan 408 ribu cadangan tentara. Sedangkan, pejuang Hamas yang dipimpin Ahmad Jabri, hanya didukung kekuatan 10 ribu tentara, 6 ribu polisi, dan 3 ribu pejuang.
Militer Israel dilengkapi dengan 2800 unit tank, 1204 senjata artileri, 6930 kendaraan artileri, 85 peluncur rudal, 875 jet tempur, 84 pesawat angkut personel, 286 helikopter, 3 kapal selam, 13 kapal perang, dan 50 kapal patroli.
Sementara senjata yang dimiliki Hamas yakni: roket BM-21 Grad 122 milimeter, dengan jangkauan 20,5 kilomter. Kemudian roket Qassam, 40, 115, dan 175 militer, berdaya jangkau 18 kilometer. Peluncur RPG-7, lalu senjata antipesawat tempur caliber 14,4 dan 12,7 milimeter. Dan rudal antitank AT-3, berjarak tembak 3 kilometer, serta kendaran patroli bersenjata jenis panser: BRDM-2.
Dikisahkan, Daud memenangkan pertarungan dengan berumbankan lima batu yang licin, di mana satu diantaranya menghantam dengan telak di antara kedua mata Goliat. Apakah kisah itu akan terulang kembali? Apakah Hamas---layaknya Daud---bakal memenangkan pertarungan tersebut? Rasanya sulit melihat Hamas menyandang gelar jawara, apalagi Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert menyatakan bahwa target dari peperangan itu hanya satu: Hamas musnah dari permukaan bumi.
Jadi, kecuali Hamas lenyap dari Jalur Gaza, sepertinya episode Daud-Goliat masih akan berlanjut.
ARTIKEL LAINNYA
- Gereja Inggris serukan doa untuk Pekerja yang terancam PHK
- Skandal susu bermelamin bisa berujung vonis mati
- MUI Pertanyakan Obama
- Megawati kunjungi Manokwari
- Penerbangan ekstra dari Garuda Indonesia
- Sulitnya Mewujudkan perdamaian Israel-Palestina
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009
- Robinho I'll be home for Christmas

