Krisis Global dan Secercah Harapan di tahun 2009
Krisis global tampaknya masih menjadi momok pada tahun 2009 mendatang. Diperkirakan laju indeks di bursa saham akan berjalan lambat. Ini dikemukakan oleh Kepala Riset Recapital Securities, Poltak Hotradero, yang juga menyatakan bahwa meski bursa bisa membaik pada tahun 2009, kinerjanya tidak terlalu istimewa karena investor asing masih ragu berinvestasi---dikenal sebagai foreign direct investment (FDI)di Tanah Air.
Senada dengan Poltak, Kepala Riset Sarijaya Sekuritas, Danny Eugene mengatakan bahwa masalah keuangan yang secara bertubi-tubi dialami oleh lembaga-lembaga keuangan di negeri Paman Sam, membuat mereka (investor) terpaksa menarik sebagian dana yang diinvestasikan di luar negeri. Danny sendiri berharap, kelak jika pasar ekonomi AS sudah pulih, maka dampaknya juga bisa dirasakan di Tanah Air.
Sedangkan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Guntur Pasaribu memprediksi masih ada secercah harapan di masa mendatang, meski memang kondisi perekonomian di Indonesia rentan terhadap pengaruh global, “Fundamental (ekonomi) Indonesia cukup kuat, tingkat inflasi relatif terkendali sehingga ada peluang bagi suku bunga untuk turun lagi. Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun mulai menguat,” demikian Guntur.
Ya, ada dua kemungkinan di tahun mendatang mengenai perekonomian mendatang: membaik atau memburuk. Meski demikian bagi orang percaya, selalu ada jaminan akan pemeliharaan Tuhan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus” (Filipi 4:19). Amin.


