Ketidakabadian Michael Jackson
Siapa yang tak kenal Michael Jackson? Ya, raja pop ini mulai meniti karir sejak masih berusia tujuh tahun saat bergabung dengan grup musik legendaris The Jackson 5 pada tahun 1971. Lepas dari grup yang digawangi bersama saudara-saudaranya itu, Jacko, panggilan akrabnya, mengukuhkan diri sebagai ikon industri hiburan pop yang berhasil menelurkan sejumlah hits, merilis sejumlah album yang meledak di pasaran, dan meraih pelbagai penghargaan.
Kehidupan Jacko---layaknya bintang besar---juga kontroversial. Artis ini pernah beberapa kali dituduh mengidap pedophilia, gemar melakukan operasi plastik mulai dari memancungkan hidung hingga mengubah warna kulitnya yang hitam menjadi putih.
Kini, di usianya yang ke-50, popularitas Jacko mulai memudar, begitu pula dengan kondisi fisiknya. Ia dilaporkan menderita penyakit paru-paru mematikan, yakni defisiensi antitrypsin Alpha 1, penyakit genetik yang langka, yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.
Kabarnya, Jacko harus menjalani operasi pencangkokan paru-paru, namun ia terlalu lemah untuk menjalani operasi tersebut. Selain paru-paru, Jacko juga menderita perdarahan pada usus besarnya, yang kemungkinan besar dapat menewaskannya. Kabar lain juga mengungkapkan bahwa Jacko hampir tak mampu berkata-kata, dan matanya nyaris buta.
Michael Jackon memang pernah berada di ‘puncak’ kehidupan, tapi kini ia nyaris tidak memiliki apa-apa. Memang, di dunia ini tidak ada yang abadi, oleh karena itu mari kita berpegang pada ‘sesuatu’ yang tidak tergoncangkan yakni kerajaan Allah (Ibrani 12:28).


