Sunset Policy 2008 Diperpanjang

Minggu (11/1) dini hari, bentrokan antara militan Hamas dan tentara Israel kian memanas di bagian utara dan timur Kota Gaza. Dalam bentrokan itu, tentara Israel menewaskan dua penduduk Kota Gaza di bagian utara, menurut beberapa saksi mata dan petugas kesehatan kepada CNN.
Bentrokan itu dipicu oleh serangan Isreal di bagian selatan Gaza pada Sabtu (10/1) yang menyebabkan seorang gadis Palestina terbunuh dan 49 orang lainnya menderita luka bakar. Akibat serangan itu, beberapa bangunan, termasuk sebuah sekolah yang difasilitasi PBB yang berada di dekat Kota Khan Younes, terbakar hebat.
Masih di hari Sabtu, sebuah keluarga yang beranggotakan sembilan orang tewas seketika, setelah sebuah serangan menghancurkan kediaman mereka yang berada di Desa Jebalya, utara Gaza. Meski demikian, jurubicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa pasukan mereka tidak beraksi di sekitar rumah yang naas itu, bahkan sama sekali tidak ada tembakan yang diarahkan ke daerah tersebut.
Belakangan, IDF menyebutkan dua roket telah dilancarkan ke sekitar Jebalya. Sementara pasukan militan Hamas Sabtu kemarin juga menembakkan 20 roket Grad ke Israel, yakni roket jarak jauh yang menciderai empat warga sipil Israel. Tak ayal, di hari yang sama, tentara Israel membalas dengan menewaskan komandan pasukan Hamas yang bertanggungjawab atas serangan roket ke Israel itu, Amir Mansi. Baku tembak tersebut tak hanya menewaskan Mansi, tetapi juga melukai dua pasukan Hamas lainnya yang ikut tertangkap.
Roket Grad memungkinkan pasukan Hamas untuk menggempur wilayah Israel semakin jauh. Ada pun serangan Israel ke Kota Gaza yang dimulai sejak 27 Desember 2008, dimaksudkan untuk menghentikan serangan roket Hamas ke wilayah selatan Israel.
Pada Sabtu petang, dua pesawat tempur jet F-16 milik Isreal, membombardir bagian selatan Gaza, dengan melanggar wilayah udara Mesir. “Kami dapat memastikan bahwa mereka (pesawat jet tempur Israel) datang melalui wilayah udara Mesir, karena mereka berada jauh di atas di samping gedung di mana kami berada,” aku reporter CNN Karl Penhaul yang melaporkan dari Rafah, Mesir, dan tengah berdiri di puncak sebuah bangunan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari perbatasan Gaza.
Tentara Israel telah meluluhlantakan beberapa terowongan yang dibangun di bawah perbatasan Gaza dan Mesir, lantaran Israel menganggap bahwa Hamas telah menyelundupkan pelbagai senjata dan mesiu melalui terowongan-terowongan itu.
Menyoal pesawat jet tempur Israel yang dianggap melanggar wilayah udara Mesir, jurubicara pedana menteri Mesir mengatakan bahwa pasukan udara Israel tidak mengantongi ijin untuk terbang melalui wilayah udara Mesir. Ini ditanggapi oleh jurbicara pemerintahan Israel Mark Regev, yang menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran wilayah udara.
Sebelum menggempur Gaza, IDF telah menyebarkan selebaran yang menghimbau penduduk Gaza untuk meninggalkan daerah tersebut, lantaran serangan akan dilancarkan dalam waktu dekat.
Konflik Hamas-Israel yang telah memasuki hari ke-16 telah menewaskan lebih dari 800 warga Palestina---di antaranya 235 anak-anak---dan menciderai sekitar 3.300 orang. Sementara di pihak Israel, 13 orang, temasuk 10 tentara, telah menemui ajalnya.
ARTIKEL LAINNYA
- Ribuan Aparat berjaga di malam Tahun Baru
- Skandal susu bermelamin bisa berujung vonis mati
- Jalur Puncak ditutup menjelang Tahun Baru
- Konflik Berkelanjutan Israel-Palestina
- Penerbangan ekstra dari Garuda Indonesia
- Sulitnya Mewujudkan perdamaian Israel-Palestina
- Ketidakabadian Michael jackson
- Jepang berikan bantuan MRT
- Krisis Global dan Secercah Harapan di Tahun 2009
- Robinho I'll be home for Christmas

