Light Mission & Oxygen
Di pelbagai gerakan Kristen yang terjadi di manca negara, bangkitnya kaum muda Kristen menjadi salah satu faktor yang signifikan. Ini karena, anak muda yang umumnya berkarakter dinamis, dengan energi yang berlimpah ruah, hadir sebagai garda depan kegerakan gereja yang berarti kegerakan umat Kristen.
Ini menjadi dasar pembentukan komunitas muda Kristen, Light Mission (LM), di Bekasi, Jawa Barat. Mereka memiliki visi untuk menjadi komunitas yang menjadi pengaruh untuk semua generasi. Pengaruh yang didasari oleh firman Tuhan, penyembahan yang benar, dan kesatuan. Pengaruh yang menginspirasikan (mereka) untuk hidup dan berubah (bagi Kristus).
LM sendiri bermula saat sekelompok anak muda berkumpul, dan rindu akan adanya perubahan di dalam cara berpikir mereka. Ini karena paradigma lama yang mengatakan bahwa anak muda tidak mampu melakukan perkara-perkara besar. Padahal, Alktitab mencatat bahwa Yesus sudah memberikan pengaruh pada saat ia berumur 12 tahun, saat ia berdikusi dengan sejumlah ahli taurat di Yerusalem.
Meski komunitas ini terkesan sangat rohani, tapi LM bukanlah gereja. Menurut penggagasnya, gereja lokal akan tetap menjadi tempat penggembalaan bagi para anggota komunitas ini. Karena itu, tiap anggota LM harus terdaftar dan beribadah di salah satu gereja. Di LM, anak-anak muda ini bisa saling membangun dengan firman Tuhan, doa, dan kesaksian hidup, serta pelayanan yang bermanfaat.
Jika LM sejak semula menyatakan bahwa komunitas mereka bukanlah gereja, berbeda dengan Oxygen Service (02), yang adalah komunitas anak muda gereja Jakarta Praise City Center (JPCC), yang dipimpin Pastor Jusar Badudu dan Sydney Mohede. Komunitas ini menempati Annex Building, Wisma Nusantara, Jakarta dan mengadakan ibadah tiap hari minggu pukul 3 sore. Ibadah diperuntukkan khusus untuk para Oxgeners yang berusia 15-21 tahun.
Di komunitas ini, konsep ibadah dibuat dengan spirit anak muda yang kental. Di mana selama sesi pujian dan penyembahan, pengunjung dan berteriak bahkan menghentakkan kaki. Soalnya, pertunjukkan multimedia, drama dan modern dance bakal mewarnai sesi ibadah ini.
Selain Oxygen, JPCC juga melayani remaja berusia 11-14 tahun (TAG). Para TAGgers, juga akan menjalankan sesi tersendiri usai pujian dan penyembahan bersama para senior mereka.

