Tolong, Orangtuaku Selingkuh!!!

Bagai petir di siang bolong, Reynaldi shock berat saat mengetahui ayahnya---yang berusia senja---sedang dekat dengan seorang perempuan muda. Ini bermula saat ibunya memeriksa tagihan kartu kredit suaminya, dan menemukan pelbagai tagihan seperti tagihan hotel, belanja di supermarket, tiket pesawat, dan lain-lain.
Merasa tidak pernah melihat suaminya melakukan transaksi tersebut, ibu Reynaldi kemudian memutuskan untuk melakukan penyelidikan kecil-kecilan. Maka diutuslah Reynaldi untuk melaksanakan misi rahasia itu. Hasilnya, memang seperti yang sudah diduga sebelumnya, ayah Reynaldi terbukti berselingkuh. Dan perselingkuhan ini sudah berjalan hampir satu tahun lamanya. Walhasil, situasi di rumah Reynaldi ibarat perang dingin yang sempat melanda USA dan Uni Soviet beberapa waktu lalu, penuh dengan ketegangan.
Dan, meski ayah Reynaldi sudah menyatakan penyesalannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu, sang ibu tetap saja paranoid dan tidak bisa lagi berlaku sebagaimana layaknya seorang isteri.
Sementara itu, Sonya juga sedang kelimpungan. Setahun lalu, seorang gadis ABG yang mengaku putri dari wanita simpanan ayahnya, tiba-tiba menghubungi keluarga Sonya. Sejak itu, keadaan di rumah Sonya tidak pernah sama lagi. Pertengkaran-pertengkaran di rumah kerap terjadi, setiap kali ayah Sonya menghabiskan waktu di rumah wanita simpanan itu.
Masih menurut pengakuan Sonya, sampai sekarang ibunya hampir setiap hari menangis, dan berulang kali memarahi si wanita simpanan itu. Belakangan, wanita simpanan itu kini sedang mencoba mendekati keluarga dari pihak ayahnya.
Guys, siapa pun tentu tidak ingin mengalami kejadian seperti Reynaldi dan Sonya. Tapi, bagaimana kalau ternyata kejadian---perselingkuhan orangtua---itu pun menimpa kita? Pertama, perlu kita sadari bahwa masalah ini bukanlah masalah yang luar biasa, alias sudah banyak dialami juga oleh orang lain. Sehingga, kamu tidak perlu merasa bagai orang paling malang sedunia, dan bisa berpikir jernih untuk mencari penyelesaian dari masalah ini.
Kedua, sadari bahwa setiap masalah pasti ada solusinya, termasuk masalah perselingkuhan sekali pun! Karena itu, tak ada salahnya kamu dan salah satu pihak ortu (dalam hal ini yang menjadi korban tentunya) mencari pertolongan dari orang-orang terdekat, dan profesional seperti konselor dan penyuluh pernikahan.
Ketiga, introspeksi. Ya, jangan salahkan penyebab peselingkuhan semata-mata pada pelaku, melainkan juga pada korbannya. Siapa tahu pemicu perselingkuhan itu salah satunya disebabkan oleh karakter suami atau isteri yang kurang menyenangkan, sehingga mengakibatkan salah satu pasangan berselingkuh!
Memaafkan, juga salah satu kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini. Umumnya, perselingkuhan akan semakin menjadi-jadi apabila pelaku yang sudah menyatakan penyesalannya, tetap saja dimusuhin dan diperlakukan bagai pesakitan oleh keluarganya. Tentunya pelaku akan memilih untuk kembali kepada pasangan selingkuhnya, yang notabene lebih memperlakukan dia dengan manusiawi.

